KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempertegas komitmennya dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan bersekolah, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Melalui berbagai skema bantuan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi siswa yang terhambat pendidikannya hanya karena persoalan biaya.
Plt. Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah kesenjangan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga. Menurutnya, bantuan pendidikan menjadi instrumen utama untuk menjaga agar anak-anak prasejahtera tetap berada di bangku sekolah.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Kukar, terutama yang kurang mampu, tetap bisa bersekolah tanpa terancam putus di tengah jalan. Bantuan ini hadir sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Emi, Jum’at (28/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi hal mendesak bagi wilayah seluas Kukar yang memiliki kondisi sosial ekonomi beragam. Bantuan pendidikan tidak hanya diberikan untuk kebutuhan dasar sekolah, tetapi juga diarahkan agar siswa dapat belajar lebih tenang tanpa memikirkan biaya tambahan.
“Anak-anak dari desa terpencil maupun wilayah perkotaan harus mendapat hak pendidikan yang sama. Bantuan ini adalah langkah konkret untuk menutup kesenjangan itu,” lanjutnya.
Emi menambahkan bahwa dukungan finansial yang diberikan kepada siswa dari keluarga prasejahtera berdampak besar terhadap semangat belajar mereka. Ketika beban biaya berkurang, siswa dapat fokus pada kegiatan belajar dan meningkatkan prestasi.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar bantuan tidak salah sasaran. Pemerintah melakukan verifikasi ketat untuk memastikan bahwa siswa penerima benar-benar berasal dari keluarga yang layak dibantu dan tidak terjadi tumpang tindih penerimaan.
“Ketepatan sasaran menjadi perhatian utama. Kami ingin bantuan ini memberi manfaat optimal bagi siswa yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Menurut Emi, investasi pendidikan untuk siswa tidak mampu merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia Kukar di masa mendatang. Pemerintah berharap dukungan ini mampu membuka peluang baru bagi anak-anak yang sebelumnya terbatas oleh kondisi ekonomi.
“Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. Ketika kita membantu satu anak tidak mampu untuk tetap sekolah, kita sedang membangun masa depan Kukar yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan penguatan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, Disdikbud Kukar memastikan bahwa komitmen pemerataan akses pendidikan terus berjalan dan menjadi prioritas dalam pembangunan sektor pendidikan di daerah.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















