Menu

Mode Gelap
Disnaker Balikpapan Evaluasi Rekrutmen Disabilitas Pasca Job Market Fair 2026 Bapemperda DPRD Samarinda Kaji Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 DPRD Samarinda Bekali Calon Paskibraka, Tanamkan Jiwa Pancasila Menuju Indonesia Emas Pemkot Balikpapan Bidik Lima Stel Seragam Gratis untuk Setiap Siswa Baru DLH Pastikan TPA Manggar Aman, Mitigasi Kebakaran Diperketat Hadapi Musim Kemarau

BERITA DAERAH · 28 Nov 2025 15:30 WITA ·

Disdikbud Kukar Intensifkan Edukasi Sejarah, Monumen Bersejarah Jadi Media Pembelajaran Publik


 Museum Mulawarman di Tenggarong, yang menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah dan budaya Kutai serta menyimpan beragam benda bersejarah bernilai tinggi. Perbesar

Museum Mulawarman di Tenggarong, yang menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah dan budaya Kutai serta menyimpan beragam benda bersejarah bernilai tinggi.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat upaya pelestarian sejarah daerah melalui program edukasi publik yang menitikberatkan pada pengenalan monumen bersejarah.

Langkah ini bertujuan memastikan generasi muda memahami nilai historis yang melekat pada berbagai situs penting di Kukar, yang menjadi bagian dari identitas budaya dan perjalanan peradaban Kutai.

Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Kukar, Muhammad Saidar, mengatakan bahwa monumen bersejarah seperti Tugu Kemerdekaan, Meriam Kutai, hingga Museum Mulawarman merupakan media pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan sejarah Kerajaan Kutai dan perkembangan Kukar dari masa ke masa.

“Monumen-monumen itu menyimpan cerita peradaban. Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, tidak hanya melihat bangunannya, tetapi memahami makna dan sejarah yang ada di baliknya,” ujar Saidar, Jum’at (28/11/2025).

Menurutnya, edukasi sejarah perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, Disdikbud Kukar berupaya menghadirkan materi sejarah melalui narasi yang mudah dipahami, baik melalui publikasi digital, program sekolah, maupun sosialisasi lapangan yang melibatkan tenaga kebudayaan.

“Kami ingin sejarah tidak terasa jauh atau sulit dipahami. Pengenalan monumen menjadi cara paling langsung dan konkret untuk menunjukkan perjalanan panjang Kukar,” jelasnya.

Saidar menambahkan bahwa keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan membawa dinamika baru bagi Kukar. Ribuan pendatang dari berbagai budaya memungkinkan terjadinya pergeseran nilai lokal jika masyarakat tidak dibekali pemahaman sejarah yang kuat.

“Dengan hadirnya IKN, kita harus lebih siap menjaga identitas daerah. Monumen bersejarah adalah simbol otentik yang perlu terus diperkenalkan agar budaya Kutai tetap dikenal dan dihargai,” ujarnya.

Disdikbud Kukar juga tengah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas sejarah, akademisi, dan pegiat budaya, untuk memperluas jangkauan edukasi tentang situs-situs bersejarah. Harapannya, upaya ini dapat menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya melindungi warisan budaya Kukar.

“Monumen adalah pengingat masa lalu dan penuntun masa depan. Kami ingin masyarakat memiliki kesadaran bahwa menjaga sejarah adalah menjaga jati diri Kukar,” tutup Saidar.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Disnaker Balikpapan Evaluasi Rekrutmen Disabilitas Pasca Job Market Fair 2026

16 Juli 2026 - 18:00 WITA

ab39

Bapemperda DPRD Samarinda Kaji Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

16 Juli 2026 - 17:00 WITA

ab38

DPRD Samarinda Bekali Calon Paskibraka, Tanamkan Jiwa Pancasila Menuju Indonesia Emas

16 Juli 2026 - 16:00 WITA

ab37

Pemkot Balikpapan Bidik Lima Stel Seragam Gratis untuk Setiap Siswa Baru

16 Juli 2026 - 15:00 WITA

ab35

DLH Pastikan TPA Manggar Aman, Mitigasi Kebakaran Diperketat Hadapi Musim Kemarau

16 Juli 2026 - 14:00 WITA

ab34

150 Ribu Seragam Gratis Dibagikan, Pemkot Balikpapan Ringankan Beban Orang Tua

16 Juli 2026 - 13:00 WITA

ab36
Trending di BERITA DAERAH