Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 28 Nov 2025 13:45 WITA ·

Era Digital, Disdikbud Kukar Hadapi Tantangan Pelestarian Bahasa dan Budaya Kutai


 Penggunaan laptop oleh siswa di SMP Negeri 8 Muara Badak yang menunjukkan proses pembelajaran yang semakin modern dan adaptif di dalam kelas. Perbesar

Penggunaan laptop oleh siswa di SMP Negeri 8 Muara Badak yang menunjukkan proses pembelajaran yang semakin modern dan adaptif di dalam kelas.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Modernisasi dan kemajuan teknologi menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelestarian bahasa dan budaya Kutai. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai generasi muda kini lebih akrab dengan konten digital dan bahasa global, sehingga risiko berkurangnya penggunaan bahasa daerah dan keterhubungan dengan budaya lokal semakin nyata.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa bahasa Kutai, yang kaya dialek dan tradisi, kini rentan terhadap pengaruh bahasa Indonesia dan konten media sosial. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa lagi hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah, tetapi harus disesuaikan dengan pola komunikasi dan media yang digemari anak muda saat ini.

“Generasi sekarang hidup di dunia digital. Kalau bahasa dan seni kita tidak masuk ke ranah itu, mereka akan kehilangan hubungan dengan identitas Kutai,” kata Puji, Jumat (28/11/2025).

Menurut Puji, tantangan terbesar adalah bagaimana membuat bahasa Kutai tetap relevan di era modern tanpa kehilangan keaslian. Integrasi teknologi dan kreativitas menjadi kunci, misalnya melalui aplikasi pendidikan, konten video, media sosial, dan platform digital yang menampilkan bahasa dan seni daerah dengan cara yang menarik.

Disdikbud Kukar juga mencatat fenomena percampuran bahasa Kutai dengan bahasa Indonesia di kalangan anak muda. Meskipun merupakan bagian dari dinamika bahasa, hal ini berpotensi mengikis kekayaan dialek lokal jika tidak disertai edukasi dan pembiasaan penggunaan bahasa asli secara konsisten.

“Bahasa hidup, tapi kita perlu membimbingnya supaya tidak hilang. Teknologi bisa menjadi alat, bukan penghalang, untuk menjaga warisan budaya kita,” ujar Puji.

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak hanya terkait aspek linguistik, tetapi juga nilai-nilai, tradisi, dan kreativitas yang diwariskan leluhur. Generasi muda perlu diarahkan agar memahami bahwa budaya bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi bagian dari identitas yang hidup dan berkembang.

Disdikbud Kukar terus mengupayakan kolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan kreator digital untuk menyelaraskan pelestarian budaya dengan perkembangan zaman. Dengan begitu, bahasa dan seni Kutai dapat tetap hidup dan dikenal luas, termasuk di kalangan generasi yang lebih muda.

“Jika kita gagal menjaga budaya dalam era digital, kita bukan hanya kehilangan kata-kata atau lagu, tetapi juga jati diri dan memori kolektif Kutai,” tegas Puji.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH