KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal dengan menempatkan siswa sebagai aktor utama dalam upaya pelestarian seni tradisi. Lewat program integrasi budaya ke lingkungan sekolah, generasi muda didorong bukan hanya mengenal, tetapi juga aktif terlibat dalam menjaga identitas budaya Kutai.
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, mengatakan bahwa sekolah memiliki peran strategis karena menjadi tempat paling efektif untuk membangun kecintaan siswa terhadap budaya daerah.
“Kalau sejak dini anak-anak sudah mengenal dan mencintai kesenian tradisi, maka pelestarian budaya bisa berjalan alami,” ujarnya, Jum’at (28/11/2025).
Dalam program ini, siswa dilibatkan langsung melalui berbagai kegiatan seperti ekstrakurikuler seni tradisi, festival budaya pelajar, hingga pembelajaran tematik yang mengenalkan ragam kesenian khas Kutai. Beberapa di antaranya adalah Tari Topeng Panembe, Tarsul, dan berbagai permainan tradisional.
Menurut Saidar, pelibatan aktif siswa menjadi kunci utama. Mereka tidak hanya menonton atau mengenal sekilas, tetapi juga berlatih, mempraktikkan, dan memahami filosofi di balik setiap kesenian.
“Anak-anak diajak terlibat langsung. Mereka belajar gerak tarinya, nilai etikanya, sekaligus makna budaya yang terkandung di dalamnya. Di situ karakter terbentuk,” jelasnya.
Keterlibatan siswa juga diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, sanggar seni, komunitas budaya, hingga tokoh adat. Upaya ini membuat materi pembelajaran budaya semakin kaya serta memberi ruang bagi siswa untuk tampil dan berkarya.
Saidar menilai, ketika siswa memiliki pengalaman langsung dan bangga terhadap budayanya, mereka akan tumbuh sebagai generasi yang kreatif sekaligus memiliki akar kuat pada nilai lokal. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemajuan Kebudayaan dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Selain memperkuat karakter, kemampuan siswa dalam seni tradisi dinilai mampu menjadi aset daerah dalam promosi budaya dan pariwisata. Generasi muda yang mahir menari, berseni, atau memainkan permainan tradisional dapat memperkenalkan Kutai Kartanegara ke panggung yang lebih luas.
Disdikbud Kukar menegaskan bahwa perluasan program akan terus dilakukan di seluruh kecamatan dengan pendampingan rutin dari pamong budaya dan tenaga pendidik.
“Harapan kami, sekolah menjadi pusat kebudayaan kecil di tiap wilayah, dan siswa menjadi penjaga utamanya. Dari mereka, identitas Kutai bisa terus hidup dan berkembang,” tutup Saidar.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















