KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menekankan pengembangan kurikulum sebagai kunci peningkatan kualitas pendidikan. Fokus utama saat ini adalah memastikan guru dan tutor mampu menguasai Kurikulum Merdeka sehingga pembelajaran di sekolah maupun kelompok belajar non-formal tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Penguasaan kurikulum tidak hanya terkait teori, tetapi juga praktik yang menuntut kreativitas dan pendekatan kontekstual. Disdikbud mendorong tenaga pendidik memanfaatkan metode dan teknologi pembelajaran agar proses belajar mengajar lebih efektif dan menarik bagi peserta didik.
“Kurikulum selalu berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Karena itu, kita perlu terus melakukan penguatan agar para pendidik tidak tertinggal dengan pembaruan yang terjadi,” ujar Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, Sabtu (29/11/2025).
Setiap jalur pendidikan memiliki tantangan berbeda dalam implementasi kurikulum. Guru formal dan tutor pendidikan kesetaraan membutuhkan strategi pembelajaran yang disesuaikan agar Kurikulum Merdeka dapat diterapkan secara optimal di semua jenjang pendidikan.
“Antara pendidikan formal dan non-formal itu beda sekali. Tutor kesetaraan banyak yang berlatar belakang non-formal sehingga perlu penyesuaian dalam metode pembelajaran. Karena itu, kita bekali mereka dengan pendekatan kurikulum yang lebih kontekstual,” jelas Pujianto.
Selain penguasaan kurikulum, pemanfaatan teknologi menjadi fokus pengembangan kompetensi guru. Penggunaan media digital, platform pembelajaran, dan metode inovatif diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mendorong pembelajaran yang lebih kreatif.
Pelatihan kurikulum juga dilengkapi praktik langsung di kelas maupun kelompok belajar masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan guru dan tutor mengaplikasikan materi baru secara nyata sekaligus berbagi pengalaman dengan rekan sejawat.
“Harapannya, para peserta tidak hanya menguasai materi, tapi juga bisa menularkan pengetahuan ini kepada rekan sejawat di komunitas belajar masing-masing. Dengan cara itu, implementasi Kurikulum Merdeka akan lebih merata,” tutur Pujianto.
Disdikbud berkomitmen melaksanakan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan. Penyegaran kurikulum menjadi langkah strategis agar guru selalu siap menghadapi perubahan pendidikan dan tuntutan zaman.
“Kalau gurunya sudah siap, maka proses belajar mengajar akan lebih terarah. Hasilnya, anak-anak kita bisa mendapat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman,” pungkas Pujianto.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















