KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran kini menjadi fokus utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara. Pemerintah daerah menilai bahwa keberhasilan transformasi pendidikan modern sangat bergantung pada kemampuan sekolah dan guru dalam mengintegrasikan perangkat digital secara efektif ke dalam aktivitas belajar mengajar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, mengatakan bahwa teknologi bukan sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Teknologi hanya akan berdampak jika digunakan dengan benar. Karena itu, kami mendorong pemanfaatan digital tools agar proses belajar lebih efektif dan mudah dipahami siswa,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Sejak 2023, Disdikbud Kukar terus memperkuat kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat teknologi pendidikan seperti Chromebook, papan digital, aplikasi manajemen kelas, hingga platform pembelajaran berbasis Google Workspace. Emy menegaskan bahwa teknologi harus menjadi bagian dari perencanaan pembelajaran, bukan digunakan secara sporadis.
“Guru tidak hanya diajarkan mengoperasikan perangkat, tetapi juga bagaimana mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Tujuannya agar teknologi benar-benar membantu peningkatan hasil belajar,” jelasnya.
Kukar kini dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten mengembangkan ekosistem pendidikan digital. Pemanfaatan teknologi tidak hanya terlihat di sekolah-sekolah perkotaan, tetapi mulai merata ke beberapa sekolah di kecamatan yang menjadi rujukan daerah lain dalam penerapan pembelajaran digital.
Menurut Emy, salah satu dampak positif dari penggunaan teknologi adalah meningkatnya variasi metode belajar. Mulai dari pembelajaran berbasis video, kuis interaktif, pembelajaran kolaboratif online, hingga tugas berbasis proyek yang lebih kreatif.
“Dengan teknologi, kelas menjadi lebih hidup. Siswa dapat belajar melalui banyak sumber dan guru bisa memantau perkembangan mereka dengan lebih mudah,” katanya.
Ke depan, Disdikbud Kukar berupaya memperluas penerapan teknologi hingga ke wilayah terpencil agar tidak ada kesenjangan digital antarwilayah. Semua guru diharapkan dapat memiliki kemampuan yang sama dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pembelajaran.
“Kami ingin setiap sekolah, dari kota hingga desa, mampu menerapkan pembelajaran berbasis digital secara optimal,” tegas Emy.
Melalui pemanfaatan teknologi yang terarah dan berkelanjutan, Disdikbud Kukar percaya mutu pembelajaran di daerah akan terus meningkat, sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia modern yang serba digital.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















