Menu

Mode Gelap
Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini KPU Se-Indonesia Dukung Pembangunan IKN, Bahas Penataan Dapil Khusus Pemilu 2029 IKN Buka Peluang Kolaborasi Konstruksi, Tekankan Kualitas dan Inovasi

BERITA DAERAH · 29 Nov 2025 13:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Pelajar SMP Kembangkan Film Dokumenter sebagai Media Pelestarian Budaya


 Flyer Film Dokumenter SMP Negeri 3 Tenggarong. Perbesar

Flyer Film Dokumenter SMP Negeri 3 Tenggarong.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus mendorong pelajar untuk memanfaatkan film dokumenter sebagai sarana berekspresi sekaligus melestarikan budaya daerah. Melalui penguatan kreativitas sinematografi di kalangan siswa SMP, pemerintah daerah berharap lahir karya-karya visual yang mampu merekam identitas lokal dan memperkenalkannya ke generasi muda.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menilai bahwa film dokumenter memiliki kekuatan besar sebagai media pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai budaya. Menurutnya, proses pembuatan dokumenter mengajak pelajar untuk melihat realitas sosial, memahami kekayaan tradisi, dan menarasikan kembali budaya daerah dengan perspektif mereka sendiri.

“Film dokumenter itu bukan hanya tontonan, tapi cara merekam jejak budaya. Melalui film, pelajar dapat mengenali identitas daerah dan ikut menjaga nilai-nilainya,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa dokumenter yang dihasilkan pelajar tidak hanya bernilai kreatif, tetapi juga edukatif. Setiap film menjadi wadah bagi siswa untuk menggali sejarah, tradisi, dan cerita masyarakat sekitar yang sering kali luput dari perhatian. Proses riset hingga penyusunan narasi membuat siswa lebih peka terhadap budaya lokal.

“Ketika mereka mengangkat tema budaya, sebenarnya mereka sedang ikut melestarikan. Semakin banyak karya dokumenter yang dibuat, semakin kuat pula ingatan kolektif tentang budaya daerah,” kata Puji.

Selain mendorong pelestarian budaya, Puji menilai produksi dokumenter juga membantu pelajar mengembangkan pola pikir kritis dan keterampilan komunikasi. Melalui proses menentukan sudut pandang, mengolah data, hingga menyampaikan pesan, siswa belajar mengekspresikan gagasan secara lebih terstruktur.

“Film dokumenter membentuk cara berpikir yang analitis dan komunikatif. Pelajar belajar memilih isu, menggali fakta, lalu menyampaikan pesan dengan cara yang kuat dan bermakna,” jelasnya.

Disdikbud Kukar berharap inisiatif pengembangan film dokumenter di kalangan pelajar dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan generasi yang kreatif, melek media, serta memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.

“Ketika pelajar mampu membuat film yang merekam budaya dan nilai-nilai lokal, itu adalah bukti bahwa mereka peduli pada identitasnya. Inilah generasi yang ingin kita bangun kreatif, sadar budaya, dan siap menjadi penjaga warisan daerah,” tutup Puji.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism

24 April 2026 - 18:00 WITA

aul0000001

DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya

24 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota02

Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini

24 April 2026 - 16:00 WITA

dpdrkota01

Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik

23 April 2026 - 17:00 WITA

kn010

PAW DPRD Kaltim Tinggal Tunggu Restu Pusat, Celni: Administrasi Sudah Tuntas

23 April 2026 - 16:30 WITA

kn09

Pansus LKPJ DPRD Samarinda Soroti Proyek Pendidikan Belum Rampung, Tegaskan Tak Boleh Mangkrak

23 April 2026 - 16:00 WITA

kn08
Trending di BERITA DAERAH