Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 29 Nov 2025 13:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Pelajar SMP Kembangkan Film Dokumenter sebagai Media Pelestarian Budaya


 Flyer Film Dokumenter SMP Negeri 3 Tenggarong. Perbesar

Flyer Film Dokumenter SMP Negeri 3 Tenggarong.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus mendorong pelajar untuk memanfaatkan film dokumenter sebagai sarana berekspresi sekaligus melestarikan budaya daerah. Melalui penguatan kreativitas sinematografi di kalangan siswa SMP, pemerintah daerah berharap lahir karya-karya visual yang mampu merekam identitas lokal dan memperkenalkannya ke generasi muda.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menilai bahwa film dokumenter memiliki kekuatan besar sebagai media pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai budaya. Menurutnya, proses pembuatan dokumenter mengajak pelajar untuk melihat realitas sosial, memahami kekayaan tradisi, dan menarasikan kembali budaya daerah dengan perspektif mereka sendiri.

“Film dokumenter itu bukan hanya tontonan, tapi cara merekam jejak budaya. Melalui film, pelajar dapat mengenali identitas daerah dan ikut menjaga nilai-nilainya,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa dokumenter yang dihasilkan pelajar tidak hanya bernilai kreatif, tetapi juga edukatif. Setiap film menjadi wadah bagi siswa untuk menggali sejarah, tradisi, dan cerita masyarakat sekitar yang sering kali luput dari perhatian. Proses riset hingga penyusunan narasi membuat siswa lebih peka terhadap budaya lokal.

“Ketika mereka mengangkat tema budaya, sebenarnya mereka sedang ikut melestarikan. Semakin banyak karya dokumenter yang dibuat, semakin kuat pula ingatan kolektif tentang budaya daerah,” kata Puji.

Selain mendorong pelestarian budaya, Puji menilai produksi dokumenter juga membantu pelajar mengembangkan pola pikir kritis dan keterampilan komunikasi. Melalui proses menentukan sudut pandang, mengolah data, hingga menyampaikan pesan, siswa belajar mengekspresikan gagasan secara lebih terstruktur.

“Film dokumenter membentuk cara berpikir yang analitis dan komunikatif. Pelajar belajar memilih isu, menggali fakta, lalu menyampaikan pesan dengan cara yang kuat dan bermakna,” jelasnya.

Disdikbud Kukar berharap inisiatif pengembangan film dokumenter di kalangan pelajar dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan generasi yang kreatif, melek media, serta memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.

“Ketika pelajar mampu membuat film yang merekam budaya dan nilai-nilai lokal, itu adalah bukti bahwa mereka peduli pada identitasnya. Inilah generasi yang ingin kita bangun kreatif, sadar budaya, dan siap menjadi penjaga warisan daerah,” tutup Puji.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH