KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing melalui penguatan nilai budaya lokal. Pendekatan ini menjadi strategi untuk menjadikan produk UMKM tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga sarat identitas dan cerita budaya masyarakat Kutai.
Integrasi budaya dalam produk UMKM diyakini mampu memberikan daya tarik tersendiri di pasar. Selain meningkatkan nilai jual, hal ini juga berperan dalam melestarikan kearifan lokal yang menjadi ciri khas daerah.
“Produk lokal bukan sekadar dagangan. Setiap karya UMKM membawa jejak sejarah dan kearifan lokal yang menjadi keunggulan kompetitifnya,” ujar Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, Sabtu (29/11/2025).
Produk UMKM yang dikembangkan mencakup kerajinan tangan, hasil olahan tradisional, hingga kuliner khas Kutai. Setiap produk dirancang agar mampu merepresentasikan identitas budaya daerah sekaligus memenuhi standar kualitas bagi konsumen.
Dengan pendekatan ini, UMKM tidak hanya menjual barang, tetapi juga menceritakan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan lokal sekaligus memperluas pasar produk.
“Produk yang lahir dari budaya akan lebih kuat, lebih bernilai, dan lebih dicintai masyarakat. Ini juga menjadi salah satu cara menjaga keberlanjutan budaya melalui ekonomi kreatif,” tambah Saidar.
Disdikbud Kutai Kartanegara mendorong UMKM untuk berkolaborasi dengan komunitas kreatif, lembaga pelestarian budaya, dan sektor pariwisata. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan produk lokal secara berkelanjutan.
Pendekatan terpadu tersebut juga memungkinkan UMKM menembus pasar lebih luas dan meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional. Dengan demikian, ekonomi lokal dan pelestarian budaya dapat berjalan seiring.
“Ketika UMKM mampu menampilkan identitas budaya mereka secara percaya diri, nilai ekonominya pun meningkat. Kami ingin pelaku usaha lokal tidak hanya kompetitif, tetapi juga menjadi duta budaya Kutai,” tegas Saidar.
Melalui penguatan budaya dalam produk UMKM, Disdikbud Kukar berharap lahir generasi pengusaha lokal yang kreatif, berdaya saing tinggi, dan sekaligus peduli pada pelestarian budaya Kutai. Strategi ini dinilai menjadi kunci pengembangan ekonomi kreatif di masa depan.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















