Menu

Mode Gelap
IKN Fun Day Hadirkan Workshop Batik Pewarna Alami, Kenalkan Budaya dan Alam Kalimantan kepada Pengunjung Otorita IKN Siaga Hadapi El Niño 2026, Teknologi dan Kolaborasi Jadi Andalan Cegah Karhutla Andi Harun Dorong Festival Budaya Samarinda Diperkuat Lewat Perda Enam Raperda Disepakati, DPRD Samarinda Dorong Percepatan Regulasi Strategis Enam Raperda di Luar Propemperda 2026 Disepakati, DPRD Samarinda Pastikan Pembahasan Libatkan Publik

BERITA DAERAH · 29 Nov 2025 17:00 WITA ·

Kukar Tingkatkan Pola Pikir Komputasi Anak Sejak PAUD


 Salah satu PAUD di Kutai Kartanegara tampak aktif menjalankan kegiatan belajar yang ramah anak. Lingkungan yang aman dan menyenangkan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik usia dini di daerah tersebut. Perbesar

Salah satu PAUD di Kutai Kartanegara tampak aktif menjalankan kegiatan belajar yang ramah anak. Lingkungan yang aman dan menyenangkan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik usia dini di daerah tersebut.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menekankan pentingnya pengenalan pola pikir komputasi pada anak usia dini. Langkah ini dimaksudkan agar anak-anak terbiasa berpikir logis, sistematis, dan kreatif sejak awal pembelajaran matematika.

Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyebut bahwa pengenalan pola berpikir komputasi sejak PAUD menjadi fondasi penting bagi kecerdasan anak. Dengan pendekatan ini, pembelajaran matematika lebih dari sekadar mengenal angka, melainkan melatih anak untuk menyelesaikan masalah secara terstruktur.

“Memperkenalkan pola pikir komputasi sejak dini membantu anak memahami langkah-langkah logis dalam menyelesaikan masalah, bukan hanya menghafal angka atau rumus,” ujar Pujianto, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan bahwa guru PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan konsep ini. Pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan melalui permainan atau alat peraga memungkinkan anak-anak belajar tanpa tekanan.

“Anak-anak akan lebih mudah memahami matematika jika belajar lewat aktivitas yang seru dan interaktif. Mereka belajar sambil bermain, sehingga konsep komputasi tertanam secara alami,” kata Pujianto.

Pujianto menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menerapkan metode tersebut. Guru yang terampil akan mampu menumbuhkan pola pikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah pada anak-anak.

“Jika guru memahami cara mengajarkan pola pikir komputasi, anak-anak akan terbiasa berpikir logis dan kreatif sejak usia dini,” ujarnya.

Selain mengasah kecerdasan numerik, pengenalan pola berpikir komputasi juga membekali anak untuk menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih siap.

“Fondasi ini penting agar anak-anak kita bisa mengembangkan kemampuan analisis dan kreativitas, yang sangat dibutuhkan di era modern,” tegas Pujianto.

Dengan pendekatan ini, Disdikbud Kukar optimistis akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya menguasai matematika, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis dan terstruktur sejak dini.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Andi Harun Dorong Festival Budaya Samarinda Diperkuat Lewat Perda

14 Mei 2026 - 11:03 WITA

andi0001

Enam Raperda Disepakati, DPRD Samarinda Dorong Percepatan Regulasi Strategis

14 Mei 2026 - 10:00 WITA

helmi0001

Enam Raperda di Luar Propemperda 2026 Disepakati, DPRD Samarinda Pastikan Pembahasan Libatkan Publik

14 Mei 2026 - 09:00 WITA

km1

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Limbah B3, Sejumlah Pasal Dikoreksi agar Tak Tumpang Tindih Kewenangan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

DLHK01

Tiga Pansus DPRD Samarinda Mulai Bahas Raperda, Bapemperda Pastikan Proses Matang Sebelum Pengesahan

11 Mei 2026 - 16:00 WITA

dprdkota33

DPRD Samarinda Dorong Penataan Reklame, Samri: Jangan Jadi Sampah Visual Kota

11 Mei 2026 - 15:00 WITA

dprdkota32
Trending di BERITA DAERAH