KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda Kota Sangatta, khususnya di wilayah Sangatta Utara. Komitmen ini diwujudkan melalui kelanjutan proyek pembangunan dan peremajaan sistem drainase perkotaan yang ambisius.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan drainase di Jalan APT Pranoto, yang merupakan bagian dari proyek tahun jamak (Multi Years Contract atau MYC) dengan total anggaran signifikan untuk empat titik drainase di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Proyek di Jalan APT Pranoto sendiri, yang akan terkoneksi hingga Jalan Wolter Mongonsidi, menelan anggaran sekitar Rp25 miliar.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, telah beberapa kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek ini dan berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan sebelum Agustus 2024 sesuai target kontrak. Peningkatan fungsi saluran air ini dianggap sebagai upaya vital pemerintah dalam menunjang sasaran pembangunan dan mengembalikan fungsi drainase yang sudah tidak maksimal, guna mengurangi dampak banjir yang merugikan masyarakat.
Meskipun progres pengerjaan terus berjalan dengan rata-rata pengerjaan di tiga lokasi utama mencapai sekitar 40 hingga 55 persen per Maret 2024 proyek ini sempat menimbulkan keluhan dari warga sekitar. Beberapa warga di Jalan APT Pranoto menyoroti posisi drainase yang sementara waktu lebih tinggi dari bahu jalan dan rumah penduduk, yang dikhawatirkan justru akan mengalirkan air ke permukiman saat hujan deras.
Menanggapi hal ini, Bupati Ardiansyah Sulaiman, yang didampingi oleh pejabat Dinas PUPR, telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan aktivitas dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan, terutama akibat penutupan jalan sementara. Pemerintah memastikan telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kepolisian dan Dinas Perhubungan, untuk mengelola lalu lintas. Diharapkan, setelah sistem drainase yang representatif ini tuntas, masalah banjir di daerah rawan Sangatta dapat teratasi secara permanen.
ADV Diskominfo SP Kutim

















