KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Dalam momentum peringatan Hari Ibu, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna dan peran seorang ibu dalam kehidupan manusia. Pernyataan tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi awak media Kumalanews.id melalui pesan WhatsApp, Senin (22/12/2025).
Menurut Iswandi, sosok ibu merupakan perpaduan antara cinta tanpa syarat, keteguhan hati, serta pengorbanan yang kerap dilakukan secara senyap tanpa menuntut pengakuan. Peran tersebut, kata dia, justru menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan ketahanan sebuah keluarga.
“Ibu itu seperti akar pohon. Tidak selalu terlihat dan jarang dipuji, tetapi justru menentukan apakah pohon itu tumbuh kuat atau tumbang saat badai datang,” ungkapnya.
Iswandi menilai, salah satu hal paling menonjol dari seorang ibu adalah cintanya yang tidak bersifat transaksional. Seorang ibu mencintai anaknya bukan karena prestasi atau keberhasilan, melainkan tetap hadir dan menerima, bahkan ketika sang anak gagal atau melakukan kesalahan.
Selain itu, ia menekankan bahwa kekuatan ibu sering kali hadir dalam kesunyian. Banyak ibu yang menyimpan rasa lelah, takut, dan cemas, namun tetap memilih bertahan demi keluarga. “Ia kuat bukan karena tidak sakit, tetapi karena memilih bertahan demi orang lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iswandi menyebut ibu sebagai guru pertama dalam kehidupan. Jauh sebelum pendidikan formal dimulai, seorang ibu telah lebih dahulu mengajarkan nilai-nilai dasar seperti empati, kejujuran, adab, serta cara memandang kehidupan dengan hati nurani.
Tak hanya itu, ibu juga menjadi pendengar terbaik bagi anak-anaknya, meski nasihat yang disampaikan sering kali diabaikan. “Sering kali nasihat ibu baru terasa benarnya setelah kita jatuh dan merasakan sendiri,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kekuatan doa seorang ibu yang menurutnya merupakan doa paling jujur dan tulus. Bahkan ketika seorang ibu tidak tahu cara menolong secara nyata, ia selalu tahu cara mengetuk langit melalui doa.
Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa ibu bukanlah sosok yang sempurna. Ibu bisa marah, lelah, salah, bahkan rapuh. Namun justru di sanalah letak kemuliaannya, karena di tengah segala keterbatasan itu, seorang ibu tetap memilih untuk mencintai.
“Kalau boleh diringkas dalam satu kalimat, ibu adalah rumah pertama dan sering kali rumah terakhir tempat kita pulang,” pungkas Iswandi.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2025

















