KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kalimantan Timur, Sarwono, menegaskan bahwa pelantikan pengurus DPD Partai Gelora Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Hal tersebut disampaikan Sarwono usai menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Gelora Kukar, Jumat (9/1/2026) malam. Ia menyebutkan, DPW Partai Gelora Kaltim menargetkan seluruh kepengurusan di 10 kabupaten/kota rampung dilantik pada Januari 2026.
“Pelantikan di Kukar hari ini merupakan bagian dari rangkaian pelantikan kepengurusan Partai Gelora di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Target kami, seluruhnya selesai pada Januari ini,” ujar Sarwono.
Sarwono menjelaskan, sebelumnya jajaran Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD Partai Gelora di seluruh Indonesia telah lebih dulu menerima Surat Keputusan (SK) langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Setelah itu, DPW memberikan kewenangan penuh kepada masing-masing DPD untuk melakukan rekrutmen dan penyusunan struktur kepengurusan di daerah.
Ia menegaskan bahwa Partai Gelora merupakan partai yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, meskipun usia Partai Gelora relatif masih muda, semangat yang dibawa adalah semangat baru untuk menghimpun aspirasi masyarakat yang selama ini belum terwakili.
“Partai Gelora bukan milik sekelompok orang, tetapi milik seluruh masyarakat. Sesuai namanya, Gelora ingin menggabungkan berbagai aspirasi masyarakat yang mungkin belum terdengar atau belum memiliki perwakilan,” jelasnya.
Karena itu, Sarwono mengingatkan seluruh pengurus Partai Gelora untuk aktif turun ke masyarakat dan mendengarkan langsung aspirasi warga. Ia menegaskan bahwa partai politik tidak akan pernah besar jika hanya bergerak di internal organisasi tanpa kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“Pengurus Partai Gelora kami amanahkan untuk turun langsung ke masyarakat, mendengar keluhan dan harapan mereka. Partai tidak bisa besar sendirian,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sarwono juga menekankan pentingnya mengubah paradigma politik uang yang selama ini masih melekat dalam praktik demokrasi. Ia menegaskan bahwa politik tidak boleh semata-mata dipahami sebagai ajang transaksional berbasis materi.
“Mulailah menepis mindset bahwa politik hanya bisa berjalan dengan uang. Uang memang dibutuhkan, tetapi bukan untuk membeli suara. Negara ini membutuhkan pemimpin dan wakil rakyat yang punya visi, kredibilitas, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Sarwono, masyarakat tidak bisa serta-merta disalahkan dan dicap pragmatis dalam konteks politik uang. Ia menilai, jika tidak ada pihak yang memberi, maka masyarakat juga tidak akan menerima.
“Masyarakat sebenarnya tidak menunggu uang ratusan ribu. Mereka menginginkan kehidupan yang lebih sejahtera, anak-anaknya bisa sekolah, tersedia lapangan kerja, dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” katanya.
Sarwono juga menyoroti pentingnya pendidikan politik, terutama bagi generasi muda yang ke depan akan mendominasi jumlah pemilih. Ia menyebutkan bahwa generasi muda saat ini sangat dekat dengan media sosial, sehingga pendekatan politik juga harus dilakukan secara kreatif dan edukatif.
“Ke depan, pemilih pemula bisa mencapai lebih dari 50 persen. Kalau tidak disentuh dengan pendidikan politik yang benar, mereka bisa terjebak dalam pragmatisme atau bahkan apatisme. Ini yang harus dicegah,” jelasnya.
Ia mendorong anak-anak muda untuk berani menyampaikan gagasan, kritik, dan ide-ide konstruktif, baik melalui media sosial maupun dialog langsung dengan pemerintah daerah. Namun, ia mengingatkan agar kritik dilakukan secara bertanggung jawab dan solutif, bukan sekadar untuk mencari popularitas.
“Bukan hanya memposting hal negatif agar viral. Yang penting adalah bagaimana ide dan gagasan itu bisa disampaikan, bahkan jika perlu langsung kepada bupati atau wakil bupati,” tegas Sarwono.
Selain Kukar, Sarwono mengungkapkan bahwa konsolidasi dan pelantikan pengurus Partai Gelora juga telah dan akan dilaksanakan di sejumlah daerah lainnya di Kalimantan Timur. Samarinda dan Balikpapan telah lebih dulu dilantik, sementara Bontang, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat. Pelantikan di Kutai Barat dan Mahakam Ulu akan dilakukan dalam satu rangkaian agenda.
“Kami optimistis, dengan konsolidasi yang kuat dan semangat kolaborasi, Partai Gelora bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















