Menu

Mode Gelap
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat Bukan Sekadar Otot, Ini Aspek yang Dinilai Juri di JOS Fitness Open Bodycontest 2026 PBFI Kaltim Dorong Kompetisi Fitness Jadi Wadah Lahirkan Atlet Berprestasi Dimas Wira Jadikan JOS Fitness Open Body Contest 2026 Batu Loncatan ke Kompetisi Lebih Tinggi JOS Fitness Open Body Contest Diharapkan Jadi Kawah Atlet Fitness Kaltim

BERITA DAERAH · 15 Jan 2026 14:00 WITA ·

DLH dan Komisi III DPRD Samarinda Tinjau TPS Taman Cerdas, Perkuat Penataan dan Edukasi Pemilahan Sampah


 Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso, saat meninjau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Taman Cerdas, Kamis (15/1/2026). Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari penataan kota serta pemasangan tiang listrik untuk penerangan di sekitar TPS. Foto: Yana Ashari Perbesar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso, saat meninjau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Taman Cerdas, Kamis (15/1/2026). Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari penataan kota serta pemasangan tiang listrik untuk penerangan di sekitar TPS. Foto: Yana Ashari

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda bersama Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Taman Cerdas pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini dipimpin Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, didampingi anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah atau Aan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menata kawasan kota agar lebih rapi, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

TPS Taman Cerdas yang berlokasi di Jalan Mayor Jenderal S. Parman, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus. Selain meninjau kondisi TPS, DLH juga melakukan pemasangan tiang listrik untuk penerangan di sekitar lokasi, guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan, khususnya pada malam hari.

Dalam peninjauan tersebut, Suwarso menjelaskan bahwa TPS Taman Cerdas direncanakan akan digeser sedikit ke bagian belakang area. Penataan ini juga disertai dengan pemotongan batang pohon di sekitar TPS agar kawasan terlihat lebih tertata dan tidak mengganggu aktivitas pengangkutan sampah. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari rutinitas DLH dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, sekaligus estetika Kota Samarinda.

“Yang pertama dan paling utama sebenarnya adalah membangun kesadaran masyarakat, khususnya terkait pemilahan sampah,” ujar Suwarso saat dikonfirmasi media Kumalanews.id.

Ia menegaskan, pemilahan sampah memiliki manfaat yang sangat signifikan. Dari sisi ekonomi, sampah yang telah dipilah sejak dari rumah tangga dapat memiliki nilai tambah dan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Sementara dari sisi lingkungan, pemilahan sampah mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPS maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Suwarso menambahkan, sosialisasi pemilahan sampah di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Pempa Sambar Negara, telah dilakukan selama beberapa tahun melalui berbagai pendekatan kepada masyarakat. Selain edukasi, DLH Kota Samarinda juga tengah mengoptimalkan penggunaan teknologi pengelolaan sampah dengan mengoperasikan insinerator di sembilan titik, dengan total sepuluh unit mesin.

“Perhitungannya, satu unit insinerator diharapkan mampu mengelola sekitar 10 ton sampah. Jika ada 10 mesin, berarti bisa mengurangi sekitar 100 ton sampah. Ini tentu sangat membantu dalam mengurangi beban pengelolaan sampah kota,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suwarso mengungkapkan bahwa DLH kini mulai menggeser sejumlah TPS yang berada di jalan-jalan utama ke lokasi yang lebih ke dalam kawasan. Kebijakan ini dinilai akan memudahkan proses pemilahan sampah sekaligus menjaga keindahan wajah kota.

“Kita memiliki sekitar 82 TPS. Beberapa di antaranya sudah mulai ditutup dan dialihkan ke TPS utama. Contohnya di kawasan Mulawarman, TPS Pelabuhan, TPS Tempe Kongen, hingga TPS di bawah jembatan sudah kita akomodir. Di kawasan Tepuh Mar, TPS di depan pasar juga kita tutup dan digeser ke dalam area pasar,” paparnya.

Ia juga mengakui bahwa tidak seluruh TPS yang ada merupakan lokasi resmi. Sebagian TPS berada di atas lahan milik warga dan telah lama dimanfaatkan untuk menampung sampah dari beberapa wilayah sekitar. Meski demikian, DLH bersama Komisi III DPRD Kota Samarinda terus berupaya mencarikan solusi terbaik dengan menyiapkan lokasi TPS pengganti yang lebih representatif, salah satunya di kawasan belakang Insebrakor, Jalur Menyanyi, yang dinilai memiliki akses cukup memadai.

Di akhir keterangannya, Suwarso mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam membuang sampah sesuai jadwal serta melakukan pemilahan sejak dari rumah tangga. “Penuhi kewajiban membuang sampah tepat waktu dan lakukan pemilahan. Sampah organik bisa dimanfaatkan di rumah, baik untuk kompos maupun pengelolaan maggot. Dengan begitu, beban TPS tidak menjadi terlalu berat,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13

CFD Terpadu Resmi Diluncurkan di Taman Tiga Generasi, Jadi Ruang Sehat dan Penggerak UMKM

23 Agustus 2026 - 11:00 WITA

h6

Semarak HUT ke-81 RI, CFR Samarinda Gelar Lomba Mancing Antaranggota

22 Agustus 2026 - 19:00 WITA

h2

Dishub Balikpapan Siapkan Pengaturan Jam BBM Bersubsidi untuk Atasi Antrean Pertalite

21 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h1

64 Jenis Jamu Mengandung BKO Ditemukan di Balikpapan, BPOM Telusuri Sumber Produksi

21 Agustus 2026 - 17:00 WITA

g99

HUT ke-81 RI, Dovy Ajak Warga Samarinda Jaga Persatuan dan Ciptakan Kedamaian

21 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g98
Trending di BERITA DAERAH