KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Kawasan Tangga Arung Square (TAS) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah genap satu bulan beroperasi, terhitung sejak 5 Januari hingga 5 Februari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayyid Fathullah, menyampaikan bahwa selama satu bulan pertama, aktivitas ekonomi di kawasan TAS berlangsung dinamis. Berbagai kegiatan usaha seperti penyewaan booth, wahana permainan anak-anak, hingga aktivitas pengamen turut memberikan sumbangan terhadap PAD daerah.
“Selama satu bulan ini, seluruh aktivitas di Tangga Arung Square berjalan aktif dan semuanya berkontribusi terhadap PAD,” ujar Sayyid usai penyerahan retribusi di kawasan TAS, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan retribusi di kawasan TAS mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur tarif berdasarkan luasan lapak dan jenis usaha. Salah satu penyumbang PAD terbesar ke depan berasal dari pelaksanaan Bazar Ramadan yang akan diikuti sekitar 200 pelaku usaha, dengan potensi kontribusi mencapai Rp48 juta.
Selain bazar Ramadan, PAD juga bersumber dari penyewaan booth, showroom kendaraan, wahana permainan anak-anak, serta aktivitas pengamen yang seluruhnya telah diatur dalam skema retribusi.
Untuk tahun 2026, Disperindag Kukar menargetkan PAD dari Tangga Arung Square sebesar Rp1,31 miliar. Guna mendukung target tersebut, Disperindag akan meluncurkan inovasi Sikilan, yakni konsep pengelolaan aset yang memastikan setiap jengkal fasilitas publik berorientasi pada peningkatan PAD.
Dengan optimalisasi seluruh potensi yang ada, Tangga Arung Square diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang peningkatan PAD Kukar ke depan.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady ©2026

















