Menu

Mode Gelap
Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan KONI Samarinda Matangkan Kontingen Porprov, 1.700 Atlet Masuk Tahap Seleksi Akhir

BERITA DAERAH · 12 Feb 2026 13:00 WITA ·

Pulau Penyelamat di Danau Saguntur, Benteng Alam Kampung Nelayan Sangkuliman


 Foto lanskap pohon tua yang tumbuh kokoh di tepian Danau Saguntur, bukan sekadar peneduh, melainkan penjaga keseimbangan alam. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT Sangkuliman. Perbesar

Foto lanskap pohon tua yang tumbuh kokoh di tepian Danau Saguntur, bukan sekadar peneduh, melainkan penjaga keseimbangan alam. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT Sangkuliman.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah hamparan luas Danau Saguntur, Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), berdiri sebuah pulau kecil yang tak hanya memikat mata, tetapi juga menjadi penyelamat bagi kehidupan kampung nelayan di sekitarnya.

Pulau dengan deretan pohon tua yang tumbuh kokoh di tepian danau itu tampak seperti negeri dongeng saat air pasang. Permukaan air yang tinggi membuat pulau seolah terapung di tengah danau luas, menghadirkan panorama yang memukau para pelancong yang datang. Namun, di balik keindahannya, pulau ini menyimpan peran ekologis yang sangat vital.

Bagi warga, terutama para nelayan yang menggantungkan hidup di Danau Saguntur, pohon-pohon besar di pulau dan tepi danau bukan sekadar peneduh, melainkan penjaga keseimbangan alam. Saat musim kemarau panjang sekalipun, danau ini tidak pernah benar-benar kering. Justru di saat itulah aktivitas warga meningkat, mulai dari memasang jebakan ikan atau mereba, menjala, hingga mencari ikan secara tradisional.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) Desa Sangkuliman, Rojali, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian pohon di kawasan tersebut. “Pohon-pohon tua ini harus kita jaga. Mereka bukan hanya penahan tanah, tetapi juga pelindung kampung nelayan dari gelombang besar dan perubahan lingkungan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, bersama Tim Desa Ramah Lingkungan, pihaknya terus melakukan gerakan penanaman pohon di sejumlah titik strategis seperti Pulau Danau Saguntur, Gunung Tallo, dan Tanjung Hallat. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat fungsi pulau sebagai penyangga ekosistem.

Secara alami, pulau-pulau di Desa Sangkuliman berperan sebagai pengikat tanah dan pemecah gelombang. Akar-akar pohon yang menjulang kuat menahan laju air dan gulma dari Danau Semayang sebelum mengalir ke Sungai Mahakam. Tanpa pulau-pulau tersebut, air pasang dari Danau Semayang yang luasnya mencapai sekitar 1.300 hektare dikhawatirkan akan langsung menerjang permukiman warga di bantaran sungai.

Selain melindungi kampung nelayan, kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota. Gulma dan vegetasi air berfungsi sebagai tempat berkembang biak ikan air tawar, yang sekaligus menjadi sumber makanan bagi Pesut Mahakam yang kini populasinya semakin terancam. Pepohonan di sekitar danau juga menjadi rumah bagi satwa liar seperti lutung, kera, dan bekantan.

Desa Sangkuliman sendiri kini berkembang sebagai desa ekowisata berbasis lingkungan. Dengan konsep kampung nelayan terpadu sejak 1990, desa ini terus mengedepankan prinsip pelestarian alam, keanekaragaman hayati, dan wisata berkelanjutan.

Bagi warga, menjaga pohon berarti menjaga masa depan. Di pulau kecil itulah, mereka menemukan bukti bahwa alam bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dirawat demi keselamatan kampung dan kehidupan generasi mendatang.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil

19 Juli 2026 - 21:00 WITA

C4

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

C2

Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan

19 Juli 2026 - 17:00 WITA

C1

DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan

18 Juli 2026 - 21:00 WITA

ab46

KONI Samarinda Matangkan Kontingen Porprov, 1.700 Atlet Masuk Tahap Seleksi Akhir

18 Juli 2026 - 20:00 WITA

ab45

KONI Kaltim Ajak Cabor Samarinda Perkuat Soliditas Menuju Porprov VIII

18 Juli 2026 - 19:00 WITA

ab44
Trending di BERITA DAERAH