Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027 Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

IKN NUSANTARA · 19 Mar 2026 21:30 WITA ·

Hilal Tak Terlihat di IKN, Sidang Isbat Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026


 Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (19/3/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (19/3/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu titik strategis pemantauan hilal dalam penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan hasil pengamatan pada Kamis (19/3/2026), posisi hilal tercatat berada di atas 2 derajat dengan elongasi sekitar 4,51 derajat.

Pengamatan rukyatul hilal dilakukan di Rusun ASN 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara oleh tim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lokasi ini dipilih karena memiliki pandangan terbuka ke arah ufuk barat yang dinilai ideal untuk proses observasi.

Namun demikian, hasil pemantauan menunjukkan hilal belum dapat terlihat. Posisi tersebut masih berada di bawah kriteria yang ditetapkan MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat sebagai syarat visibilitas hilal.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menegaskan bahwa hasil rukyat dari IKN menjadi bagian penting dalam penentuan awal Syawal secara nasional.

“Kita tidak dapat memberikan keputusan, harus tetap menunggu hasil sidang isbat di Jakarta. Yang terpenting, kita tetap menjaga keutuhan dan memaknai Ramadan dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyat dari berbagai daerah, sidang isbat yang digelar Kementerian Agama akhirnya menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers usai sidang.

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” tegasnya.

Pelaksanaan rukyat hilal di IKN sekaligus menegaskan peran Kawasan Inti Pusat Pemerintahan sebagai salah satu titik pemantauan hilal nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Nusantara tidak hanya berkembang sebagai pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga menjadi ruang aktivitas sosial dan keagamaan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut hadir dalam pemantauan hilal di puncak Rusun ASN 1. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Basuki Hadimuljono mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga seluruh ibadah kita selama Ramadan diterima Allah SWT, dan kita dipertemukan kembali di Ramadan berikutnya,” ucapnya.

Kegiatan ini semakin menegaskan komitmen Otorita IKN dalam mendukung aktivitas keagamaan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem kehidupan di Nusantara.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n66

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n53

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2
Trending di IKN NUSANTARA