Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 25 Mar 2026 16:00 WITA ·

Unik! Orangutan di Kaltim Rayakan Lebaran Dengan ‘Ketupat’, Latih Insting Liar Sejak Dini


 Bayi orangutan tampak antusias “berburu” ketupat yang digantung di area bermain. Ketupat berisi pakan tersebut sengaja ditempatkan di ketinggian untuk merangsang satwa memanjat, bergelantungan, hingga membuka anyaman demi mendapatkan isinya. Dok: BKSDA Kaltim. Perbesar

Bayi orangutan tampak antusias “berburu” ketupat yang digantung di area bermain. Ketupat berisi pakan tersebut sengaja ditempatkan di ketinggian untuk merangsang satwa memanjat, bergelantungan, hingga membuka anyaman demi mendapatkan isinya. Dok: BKSDA Kaltim.

KUMALANEWS.ID, BERAU – Suasana Lebaran tak hanya dirasakan manusia, tetapi juga satwa liar di Kalimantan Timur. Dua pusat rehabilitasi satwa menghadirkan cara unik dengan memberikan pakan berbalut ketupat sebagai bagian dari metode pengayaan (enrichment) bagi orangutan yang tengah menjalani proses rehabilitasi.

Di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Kampung Merasa, Kabupaten Berau, yang dikelola Conservation Action Network (CAN), sejumlah satwa, khususnya empat bayi orangutan, tampak antusias “berburu” ketupat yang digantung di area bermain. Ketupat tersebut berisi makanan dan sengaja ditempatkan di ketinggian agar satwa memanjat, bergelantungan, hingga membuka anyaman untuk mendapatkan isinya.

Founder sekaligus Direktur CAN, Paulinus Kristanto, menjelaskan bahwa metode ini bukan sekadar perayaan, tetapi bagian penting dari proses pembelajaran satwa.

“Bagi kami, setiap momen adalah kesempatan belajar, termasuk di hari kemenangan ini. Ketupat yang digantung di playground bertujuan melatih kemampuan fisik dan kognitif bayi orangutan agar tetap aktif seperti di alam liar,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menambahkan, proses membuka ketupat juga melatih kesabaran dan ketangkasan satwa. “Mereka tidak sekadar makan, tetapi benar-benar ‘berburu’. Setiap tantangan yang berhasil mereka lewati membuat mereka selangkah lebih dekat kembali ke habitat aslinya,” tambahnya.

Metode serupa juga diterapkan di Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) di Berau yang dikelola Center for Orangutan Protection (COP). Di lokasi ini, ketupat berisi buah, selai, dan madu digantung di dahan pohon saat orangutan menjalani “sekolah hutan”.

Manajer BORA, Widi Nursanti, menyebut pendekatan ini efektif untuk menjaga perilaku alami satwa. “Enrichment itu membuat mereka sibuk, berpikir, dan belajar mencari cara mendapatkan makanan. Ketupat menjadi media yang unik karena sekaligus merangsang indra penciuman, kreativitas, dan kemampuan problem solving mereka,” jelasnya.

Menurutnya, variasi sederhana dalam penyajian pakan mampu mengurangi kejenuhan satwa selama masa rehabilitasi. “Ini bukan hanya soal makan, tapi bagaimana mereka tetap aktif dan tidak kehilangan insting liarnya,” imbuhnya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, mengapresiasi inovasi tersebut sebagai langkah kreatif dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi orangutan.

“Pemberian enrichment bertema ketupat ini adalah bentuk nyata dedikasi dalam menjaga proses rehabilitasi tetap dinamis, bahkan di momen Idulfitri. Ini bukan sekadar simbol, tapi alat efektif untuk melatih kemampuan satwa menghadapi tantangan di alam liar,” tegasnya.

Ia menilai, sinergi antara BKSDA dengan mitra seperti CAN dan COP menjadi kunci keberhasilan konservasi orangutan di Kalimantan Timur. “Setiap proses belajar yang mereka jalani adalah langkah menuju kepulangan ke habitat aslinya. Ini menjadi simbol harapan bagi kelestarian satwa kebanggaan Indonesia,” pungkasnya.

Melalui pendekatan kreatif ini, perayaan Lebaran tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga sarana penting dalam mempersiapkan orangutan kembali menjadi “penguasa rimba” yang mandiri di alam liar.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH