KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar rembuk warga terkait rencana pembangunan drainase di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di GOR Desa Sukaraja itu menjadi wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam menyerap aspirasi sekaligus memperkuat partisipasi warga untuk mendukung penataan kawasan penyangga IKN.
Rembuk warga tersebut merupakan bagian dari program penataan Koridor Sepaku yang mencakup wilayah Desa Sukaraja dan Desa Bukit Raya. Program ini dirancang sebagai langkah mendukung terbentuknya ekosistem baru di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN melalui pembangunan lingkungan yang lebih tertata, nyaman, estetis, dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, pembangunan drainase juga diharapkan mampu mengatasi persoalan genangan air yang selama ini kerap terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam waktu lama.
Otorita IKN menegaskan bahwa penataan kawasan dilakukan dengan pendekatan berbasis masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga nantinya ikut menjaga dan memelihara infrastruktur yang dibangun.
Wilayah penerima manfaat mencakup RT 001 hingga RT 011 Desa Bukit Raya, serta RT 001, RT 006, dan RT 007 Desa Sukaraja. Secara keseluruhan, wilayah perencanaan penataan Koridor Sepaku memiliki luas sekitar 219,76 hektare pada skala meso, sementara area mikro di koridor Jalan Negara mencapai kurang lebih 59,64 hektare.
Direktur Sarana Prasarana Sosial Otorita IKN, Agus Ahyar, mengatakan pembangunan kawasan sekitar KIPP akan mengedepankan konsep pemberdayaan masyarakat agar keberlanjutan program dapat terjaga dalam jangka panjang.
“Sebentar lagi kita akan mengembangkan penataan kawasan untuk Desa Sepaku dan Sukaraja. Kami ingin membangun desa sekitar KIPP ini dengan model pemberdayaan. Nantinya masyarakat yang akan melakukan pemeliharaannya. Dana kegiatan berasal dari APBN dan langsung disalurkan kepada masyarakat tanpa pungutan,” ujarnya.
Agus menjelaskan, program tersebut nantinya akan berjalan secara berkelanjutan dan dikoordinasikan melalui empat kelompok masyarakat yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Ia menambahkan, proses perencanaan pembangunan drainase akan dilakukan secara detail dengan dukungan survei teknis dan pemetaan menggunakan drone. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui pola aliran air sehingga pembangunan drainase dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
“Perencanaannya akan dilengkapi spesifikasi teknis dan survei lapangan menggunakan drone agar kita mengetahui arah aliran air. Dengan begitu pembangunan drainase bisa benar-benar menjawab persoalan genangan yang ada di masyarakat,” jelasnya.
Pembangunan drainase tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Juni 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja, Sugianto, menyambut baik program yang dijalankan Otorita IKN tersebut. Ia berharap seluruh masyarakat dapat mendukung dan berpartisipasi aktif agar penataan kawasan berjalan optimal.
“Saya berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Tujuan Otorita IKN sangat baik untuk membangun wilayah kita, namun tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, persoalan drainase menjadi kebutuhan mendesak di wilayah Desa Sukaraja karena genangan air masih sering terjadi saat hujan deras akibat saluran pembuangan yang belum berfungsi maksimal.
“Di desa kami, saat hujan deras sering terjadi genangan karena saluran pembuangan yang bermasalah. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat bekerja dengan baik demi kepentingan bersama,” pungkasnya.
Program penataan Koridor Sepaku ini menjadi salah satu upaya Otorita IKN dalam membangun kawasan penyangga ibu kota baru secara terpadu, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan pembangunan.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026













