Menu

Mode Gelap
Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan” Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan Ketua DPRD Samarinda: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan dan Penguatan UMKM DPRD Pasuruan Belajar Strategi Samarinda Jaga Fiskal di Tengah Pemangkasan Dana Pusat

BERITA DAERAH · 22 Apr 2026 14:00 WITA ·

Lurah Gunung Lingai Tegaskan Kehati-hatian Administrasi Pertanahan, DPRD Jadi Ruang Evaluasi


 Lurah Gunung Lingai, Siti Jubaedah, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri rapat bersama anggota DPRD Kota Samarinda terkait pelayanan administrasi pertanahan di wilayahnya, Rabu (22/4/2026). Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk penghormatan atas undangan DPRD sekaligus kesempatan menerima masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Lurah Gunung Lingai, Siti Jubaedah, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri rapat bersama anggota DPRD Kota Samarinda terkait pelayanan administrasi pertanahan di wilayahnya, Rabu (22/4/2026). Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk penghormatan atas undangan DPRD sekaligus kesempatan menerima masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Lurah Gunung Lingai, Siti Jubaedah, memberikan penjelasan kepada awak media usai menghadiri rapat bersama anggota DPRD Kota Samarinda terkait pelayanan administrasi pertanahan di wilayahnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menyebut kehadirannya dalam rapat tersebut sebagai bentuk penghormatan atas undangan DPRD sekaligus kesempatan untuk menerima masukan dari para wakil rakyat. Menurutnya, berbagai catatan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi penting bagi kelurahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Siti menegaskan bahwa sikap kehati-hatian yang diterapkan dalam proses administrasi pertanahan bukan bertujuan untuk mempersulit, melainkan memastikan setiap prosedur berjalan sesuai aturan yang berlaku. Ia menjelaskan, ada sejumlah aspek krusial yang harus diperiksa sebelum menandatangani dokumen pengantar, mulai dari kejelasan kuasa, keberadaan ahli waris, hingga kesesuaian lokasi objek tanah.

Dalam praktiknya, ia mengakui masih terdapat kendala di lapangan, termasuk belum maksimalnya verifikasi langsung terhadap objek tanah pada beberapa kasus. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut kehati-hatian ekstra agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Ini bukan soal mempersulit, tetapi lebih pada upaya memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan. Kami ingin melayani masyarakat dengan baik, namun tetap harus berpegang pada SOP dan ketentuan administrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Siti menyoroti tingginya potensi konflik pertanahan di wilayah Gunung Lingai, khususnya terkait kasus tumpang tindih sertifikat. Dalam situasi tersebut, peran lurah menjadi sangat penting sebagai pihak yang memberikan pengantar administratif, yang nantinya menjadi dasar pertimbangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam memproses dokumen.

Ia menjelaskan bahwa tanda tangan lurah pada dokumen pengantar merupakan indikator bahwa secara administratif data yang diajukan telah memenuhi sebagian besar persyaratan, meskipun keputusan akhir tetap berada di pihak BPN.

Ke depan, pihak kelurahan berkomitmen menindaklanjuti arahan DPRD dengan memperkuat verifikasi lapangan serta melengkapi dokumen pendukung. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga akan ditingkatkan agar proses administrasi dapat berjalan lebih tertib dan sesuai prosedur.

“Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik kami di kelurahan, RT, staf, maupun masyarakat. Tujuannya agar setiap proses bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20

Ketua DPRD Samarinda: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan dan Penguatan UMKM

18 Juni 2026 - 20:30 WITA

a19

DPRD Pasuruan Belajar Strategi Samarinda Jaga Fiskal di Tengah Pemangkasan Dana Pusat

18 Juni 2026 - 20:00 WITA

a18

Wali Kota Tinjau Revitalisasi Pipa Induk PTMB, Siapkan Distribusi Air Bersih Lebih Andal

18 Juni 2026 - 19:30 WITA

a16
Trending di BERITA DAERAH