Menu

Mode Gelap
Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar PWI Kukar Bekali Wartawan dengan Kode Etik dan Public Speaking, Dorong Jurnalisme Berkualitas Hidup di IKN Kian Nyaman, Perjalanan 10 Menit Buka Lebih Banyak Waktu Berkualitas Firma Hukum Elviandri Resmi Hadir di Samarinda, Bidik Peluang Besar Seiring Perkembangan IKN 66 Pelajar Sekitar IKN Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, Siap Masuk Sekolah Bilingual

NASIONAL · 22 Apr 2026 10:00 WITA ·

Topside Proyek Manpatu Berlayar, Tonggak Penting Menuju Produksi Migas 2027


 PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside sebagai penanda kemajuan signifikan Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu. Proyek ini ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada Kuartal I 2027, dengan rencana pengeboran perdana pada Kuartal IV 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026. Dok: PT Pertamina Hulu Mahakam – PT Pertamina Hulu Indonesia. Perbesar

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside sebagai penanda kemajuan signifikan Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu. Proyek ini ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada Kuartal I 2027, dengan rencana pengeboran perdana pada Kuartal IV 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026. Dok: PT Pertamina Hulu Mahakam – PT Pertamina Hulu Indonesia.

KUMALANEWS.ID, TANJUNG PINANG – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside sebagai penanda kemajuan signifikan Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu. Proyek ini ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada Kuartal I 2027, dengan rencana pengeboran perdana pada Kuartal IV 2026. Kegiatan seremoni berlangsung di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026.

Tahapan Load Out dan Sail Away Topside merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya, yakni Sail Away Jacket yang telah dilakukan pada 8 April 2026. Proses ini tergolong berisiko tinggi dan membutuhkan presisi serta koordinasi yang matang. Keberhasilan tahap ini menunjukkan kesiapan proyek untuk memasuki fase instalasi di wilayah operasi lepas pantai.

Topside dengan berat sekitar 1.000 ton tersebut diangkut menggunakan cargo barge dan akan menempuh perjalanan sekitar 1.930 kilometer menuju lokasi proyek di lepas pantai Balikpapan, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 15 hari. Struktur ini berfungsi sebagai pusat operasional anjungan migas, mencakup fasilitas pemrosesan, pengeboran, sistem kontrol, utilitas, hingga akomodasi pekerja. Proyek ini dirancang memiliki kapasitas hingga 80 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd).

Seremoni ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, perwakilan SKK Migas, Ditjen Migas, serta jajaran manajemen PHM dan pemerintah daerah setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dalam mendukung keberlanjutan industri hulu migas.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan pentingnya proyek ini bagi daerah. “Proyek Manpatu memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga lifting migas di Kalimantan Timur, sekaligus membuka lapangan kerja bagi tenaga terampil lokal,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan lebih dari 360 pekerja asal Kalimantan Timur dalam proyek ini.

Sementara itu, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan proyek. “Penyelesaian fabrikasi Topside ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi solid seluruh tim bersama para pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Setyo juga menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional. “Proyek Pengembangan Manpatu adalah kontribusi nyata untuk menjaga keberlanjutan energi. Di tengah tantangan lapangan migas yang semakin mature, kami dituntut terus berinovasi dan menjaga keunggulan operasional,” tegasnya.

Proyek Manpatu sendiri merupakan proyek fast track yang berawal dari penemuan sumur eksplorasi Manpatu-1X pada 2022. Tahap desain (Front End Engineering Design/FEED) berlangsung pada 2023–2024, sebelum memasuki fase konstruksi yang ditandai dengan seremoni First Cut of Steel pada Mei 2025.

Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan satu anjungan baru lengkap dengan jacket dan piles, instalasi Topside, modifikasi anjungan eksisting, pemasangan pipa bawah laut sepanjang 2,5 kilometer, serta pengeboran 11 sumur pengembangan.

Di kesempatan terpisah, Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan pentingnya proyek ini bagi masa depan energi nasional. “Proyek ini bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. “Dengan capaian lebih dari dua juta jam kerja tanpa Lost Time Incident hingga Maret 2026, kami berkomitmen menjaga standar HSSE hingga proyek selesai,” tegasnya.

PHM sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia terus berinovasi dalam pengelolaan hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, guna menghasilkan energi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan demi mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.

 

Sumber: PT Pertamina Hulu Mahakam – PT Pertamina Hulu Indonesia
@2026
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pakar Hukum Pidana Soroti Penyidikan Korupsi Bertahun-tahun, Minta Aparat Segera Beri Kepastian Hukum

20 Juni 2026 - 15:00 WITA

a45

AMSI Kecam Dugaan Teror terhadap Floresa.co, Desak Aparat Usut Tuntas dan Lindungi Kebebasan Pers

12 Juni 2026 - 12:00 WITA

amsi99

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta, Perkuat Perlindungan dan Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

12 Juni 2026 - 11:00 WITA

pers99

Rita Widyasari Minta Pengembangan Perkara Dinilai Berdasarkan Fakta dan Asal-usul Aset

6 Juni 2026 - 15:30 WITA

bunda05

Rita Widyasari: Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berasal dari Usaha yang Dimiliki Sebelum Menjabat

6 Juni 2026 - 15:00 WITA

bunda03

Rita Widyasari Minta Proses Hukum Lihat Sejarah Kepemilikan Perusahaan Secara Utuh

6 Juni 2026 - 14:30 WITA

bunda01
Trending di NASIONAL