Menu

Mode Gelap
Semarak HUT RI ke-81, Helmi Abdullah Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026 Keteladanan Rasulullah, Inspirasi Untuk Generasi dan Prestasi Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

BERITA DAERAH · 7 Mei 2026 19:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Kasus Siswa SMK Meninggal, Sri Puji: Semua Pihak Harus Introspeksi


 Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda dan menyoroti pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda dan menyoroti pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Kasus meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda yang diduga berawal dari gangguan kesehatan akibat penggunaan sepatu sekolah yang kekecilan mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan menilai kejadian itu menjadi pengingat penting tentang lemahnya kepedulian sosial serta pengawasan terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.

Saat dikonfirmasi awak media, Kamis (7/5/2026), Puji mengaku belum dapat memastikan secara utuh kronologi kejadian karena informasi yang beredar masih berbeda-beda dari berbagai pihak, mulai dari keluarga korban, ketua RT, relawan hingga dinas terkait.

Meski demikian, ia menilai kasus tersebut tetap harus menjadi perhatian serius semua pihak karena menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak di Kota Samarinda.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini,” ujarnya singkat.

Menurutnya, meskipun sekolah kejuruan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, korban tetap merupakan warga Kota Samarinda yang seharusnya mendapat perhatian bersama.

Puji menilai kasus tersebut menunjukkan masih lemahnya sistem kepedulian sosial di tingkat lingkungan masyarakat. Ia menyebut keberadaan Dasawisma, RT, hingga tetangga sekitar seharusnya mampu mendeteksi lebih awal apabila terdapat keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun persoalan kesehatan.

Menurutnya, kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan tidak boleh dibiarkan luput dari perhatian lingkungan sekitar.

Ia juga menyoroti pentingnya administrasi kependudukan sebagai akses utama masyarakat untuk memperoleh bantuan sosial, layanan kesehatan hingga program pendidikan dari pemerintah.

Puji menduga korban dan keluarganya belum terdata secara optimal akibat persoalan administrasi kependudukan, seperti status KTP maupun domisili.

“Kalau administrasinya tidak jelas, hak sosial juga bisa hilang,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah sebenarnya memiliki banyak program bantuan bagi masyarakat kurang mampu, mulai dari BPJS kesehatan, bantuan sembako, pendidikan hingga bantuan sosial lainnya. Namun seluruh bantuan tersebut umumnya memerlukan data administrasi kependudukan yang lengkap dan aktif.

Selain persoalan lingkungan dan administrasi, Puji juga mempertanyakan peran pihak sekolah dalam memantau kondisi peserta didik, khususnya siswa yang mengalami kesulitan ekonomi maupun masalah kesehatan.

Menurutnya, wali kelas, komite sekolah hingga kepala sekolah seharusnya dapat lebih peka terhadap kondisi siswa di lingkungan sekolah.

“Fungsi wali kelas dan komite sekolah harus berjalan,” tegasnya.

Ia menilai apabila komunikasi dan pengawasan berjalan baik, biasanya kondisi siswa yang mengalami kesulitan dapat lebih cepat diketahui sehingga bantuan bisa segera diberikan, baik dari sekolah maupun lingkungan sekitar.

Puji juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk saling peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Semua harus introspeksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kepedulian sosial, terutama terhadap anak-anak dan keluarga yang berada dalam kondisi rentan.

Dalam kesempatan itu, Puji turut menyinggung kondisi sejumlah wilayah pinggiran di Samarinda, seperti kawasan Batu Cermin dan Batu Besaung, yang menurutnya masih menghadapi berbagai keterbatasan akses pendidikan, kesehatan maupun administrasi kependudukan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi masyarakat yang terabaikan dari layanan dasar pemerintah.

Puji berharap kasus meninggalnya siswa tersebut dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian sosial dan pengawasan terhadap kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pungkasnya.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Semarak HUT RI ke-81, Helmi Abdullah Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

26 Agustus 2026 - 20:30 WITA

h25

Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD

26 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h24

Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026

26 Agustus 2026 - 10:30 WITA

h23

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21

190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla

25 Agustus 2026 - 09:00 WITA

h20

Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

24 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h16
Trending di BERITA DAERAH