KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi daerah. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Kukar yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Sekretariat Kabupaten Kukar Bidang Administrasi Umum, Dafip Haryanto, dan dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IWAPI Kalimantan Timur, Ernawaty Gafar, Ketua DPC IWAPI Kukar, Fety Puja Amelia, serta para pengurus dan anggota IWAPI dari berbagai kecamatan di Kukar.
Dalam sambutannya, Dafip Haryanto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar saat ini terus bergerak mewujudkan visi “Kukar Idaman Terbaik” melalui pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
“Visi Kukar Idaman Terbaik bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk membangun ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi dan kearifan lokal,” ujar Dafip.
Menurutnya, IWAPI memiliki posisi strategis sebagai organisasi perempuan pengusaha yang mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Ia berharap Rakercab IWAPI mampu menghasilkan program kerja yang selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kreatif, hingga pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.
“Saya berharap IWAPI terus melakukan pendampingan dan pelatihan bagi perempuan pengusaha agar mampu naik kelas, melek digital, dan memiliki daya saing global,” katanya.
Dafip juga menyoroti pentingnya pengembangan produk lokal Kutai Kartanegara agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Menurutnya, sektor kuliner dan kriya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Ia menyebut produk olahan seperti amplang, kerupuk ikan, hingga berbagai kuliner khas Kutai harus memiliki kualitas, kemasan, dan legalitas yang baik agar dapat masuk ke pasar modern maupun industri perhotelan di Kalimantan Timur.
“Saya ingin IWAPI menjadi motor penggerak produk olahan daerah agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Selain sektor kuliner, Dafip juga mendorong pengembangan kain tenun, batik, sulam tumpar, dan kerajinan lokal lainnya agar tidak hanya menjadi cendera mata daerah, tetapi juga berkembang menjadi produk fesyen dan dekorasi rumah bernilai ekonomi tinggi.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung para pelaku usaha perempuan melalui berbagai program, salah satunya Kredit Kukar Idaman dengan bunga nol persen.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tidak akan membiarkan perempuan pengusaha berjuang sendiri. Kami ingin akses permodalan tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Dafip turut mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih menghadapi ketidakpastian, termasuk dampak geopolitik dunia dan fluktuasi harga komoditas yang diperkirakan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan keterbatasan fiskal akibat penurunan transfer dari pemerintah pusat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat inovasi dan kemandirian ekonomi daerah.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru kondisi ini menuntut kita lebih fokus, efisien, dan inovatif,” ucapnya.
Ia pun mengajak IWAPI untuk memperkuat transformasi ekonomi non-ekstraktif melalui pengembangan sektor pangan, pariwisata hijau, dan industri kreatif, sekaligus memperluas pasar digital serta membangun kemitraan dengan sektor perbankan dan lembaga pembiayaan.
Di akhir sambutannya, Dafip menyampaikan optimisme bahwa perempuan pengusaha memiliki kemampuan besar dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Menurutnya, hal tersebut telah terbukti saat pandemi COVID-19, ketika banyak pelaku UMKM mampu menjadi penopang ekonomi keluarga dan daerah.
“Perempuan pengusaha adalah sosok yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi krisis. Saya berharap Rakercab ini melahirkan program nyata yang benar-benar menyentuh pelaku usaha hingga ke tingkat akar rumput,” pungkasnya.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















