KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelesaikan Program Handil Rejuvenation di Lapangan Handil, salah satu lapangan minyak utama di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, Kalimantan Timur, yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun.
Program revitalisasi tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keandalan fasilitas produksi guna menjaga keberlanjutan operasi hulu migas sekaligus mendukung target swasembada energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah Indonesia.
Program Handil Rejuvenation difokuskan pada revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang produksi untuk memperpanjang usia operasional lapangan mature, meningkatkan keandalan aliran fluida, serta menjaga produktivitas aset secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga melibatkan kegiatan planned shutdown atau penghentian operasi sementara yang dilakukan secara terencana untuk keperluan pemeliharaan, perbaikan hingga peningkatan fasilitas produksi.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, mengatakan pasca pelaksanaan program rejuvenation dan perawatan fasilitas produksi di Central Processing Area (CPA), Lapangan Handil kembali beroperasi dengan capaian produksi mencapai 15.020 barel minyak per hari atau sekitar lima persen lebih tinggi dibandingkan sebelum planned shutdown dilakukan.
“Peningkatan produksi didukung oleh sistem proses dan compressor yang lebih optimal,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Anto itu menegaskan PHM terus berkomitmen menjaga keselamatan dan keamanan operasi hulu migas sebagai objek vital nasional.
Menurutnya, Program Handil Rejuvenation menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menjaga integritas aset, meningkatkan keselamatan operasi serta mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.
“PHM terus menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan operasi dan ketahanan energi nasional,” katanya.
Program tersebut telah dipersiapkan sejak 2023 melalui proses persetujuan bersama SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mulai dari detailed engineering, pengadaan material, fabrikasi, instalasi hingga pelaksanaan tie-in atau penyambungan akhir ke sistem existing yang berlangsung pada 8–19 April 2026.
Kegiatan tie-in dilakukan bersamaan dengan perawatan fasilitas produksi di Central Processing Area (CPA) guna memastikan keselamatan serta integritas sistem produksi.
Selama periode pekerjaan tersebut, PHM juga melaksanakan sejumlah program perawatan jangka panjang dan peningkatan integritas fasilitas produksi.
Beberapa pekerjaan yang dilakukan meliputi perawatan empat compressor dan delapan vessel, penyelesaian pekerjaan integritas fasilitas produksi, hingga pelaksanaan dua program inspeksi pipa penyalur menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI).
Langkah revitalisasi ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap usia operasional dan kondisi fasilitas produksi di CPA Lapangan Handil yang sudah memasuki kategori mature field, termasuk pipa utama berukuran 20 inci dan 16 inci.
Hasil kajian menunjukkan perlunya peningkatan kondisi fasilitas agar tetap memenuhi standar keselamatan dan keandalan operasi migas.
Selain itu, PHM juga melakukan modernisasi sistem safety shutdown, yakni sistem pengaman otomatis yang berfungsi menghentikan sebagian maupun seluruh proses operasi ketika terdeteksi kondisi tertentu.
Dalam program tersebut, PHM melakukan penggantian pipa utama CPA sepanjang 350 meter, retrofit Distributed Control System (DCS), serta pembaruan Fire & Gas (F&G) System.
Seluruh pekerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja sejak November 2024, mulai dari instalasi pipa, pemasangan kabel, fabrikasi spool, lifting material, pekerjaan di ketinggian hingga aktivitas hot work.
Pendekatan itu dilakukan guna meminimalkan dampak terhadap keberlangsungan produksi Lapangan Handil.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan seluruh rangkaian pekerjaan dijalankan sesuai standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) perusahaan.
“Kegiatan shutdown ini melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja 24 jam,” tuturnya.
Ia menjelaskan selama pekerjaan berlangsung, tercatat sebanyak 242 izin kerja diterbitkan, termasuk pelaksanaan 45 hot work naked flame (NFL) dengan total 241.176 jam kerja atau man hours.
PHM memastikan seluruh aktivitas dilakukan melalui pengawasan ketat mulai dari proses perizinan kerja, mitigasi risiko, pengawasan lapangan hingga pengendalian pekerjaan berisiko tinggi guna menjaga keselamatan pekerja, fasilitas dan lingkungan sekitar.
Melalui kolaborasi lintas fungsi dan komitmen terhadap aspek HSSE, kegiatan tie-in Handil Rejuvenation berhasil diselesaikan dengan aman tanpa recordable injury dan selesai satu hari lebih cepat dibandingkan jadwal awal.
Selain itu, realisasi kehilangan produksi selama proses shutdown juga tercatat lebih rendah dibandingkan estimasi awal perusahaan.
Sebagai salah satu anak perusahaan PHI di Zona 8, PHM menjalankan operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan berbagai inovasi dan penerapan teknologi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, serta ramah lingkungan demi mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.
Sumber: Pertamina Hulu Indonesia – Pertamina Hulu Mahakam @2026

















