Menu

Mode Gelap
Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan KONI Samarinda Matangkan Kontingen Porprov, 1.700 Atlet Masuk Tahap Seleksi Akhir

BERITA DAERAH · 9 Mei 2026 13:00 WITA ·

Milad 50 Tahun PPKP Ribathul Khail, Momentum Kebangkitan Pesantren dan Penguatan Alumni


 Apel Milad 50 Tahun dengan pembacaan sejarah pesantren oleh Ketua Yayasan dan pembina upacara Kepala Kemenag Kukar. Dok: Humas Pondok Pesantren PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong. Perbesar

Apel Milad 50 Tahun dengan pembacaan sejarah pesantren oleh Ketua Yayasan dan pembina upacara Kepala Kemenag Kukar. Dok: Humas Pondok Pesantren PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pondok Pesantren PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong memperingati Milad ke-50 tahun sejak berdiri pada 1976 silam. Peringatan setengah abad ini menjadi momentum refleksi sejarah, penguatan komitmen, serta kebangkitan pesantren menuju lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel resmi yang digelar Yayasan PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan H. Achdar Rifai dan Sekretaris H. Husni Thamrin. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembacaan sejarah berdirinya pesantren oleh Ketua Yayasan, sementara pembina upacara dipimpin Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pesantren ini didirikan pada tahun 1976 oleh Drs. H. Achmad Dahlan, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kutai. Kehadiran pesantren menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan Islam yang terstruktur, modern, dan berorientasi pada masa depan generasi muda.

Sebagai bagian dari rangkaian Milad, dilakukan pula pengecoran Cakar Ayam pembangunan Asrama Putra berkapasitas 18 kamar dengan total anggaran mencapai Rp2,2 miliar. Prosesi pengecoran dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri bersama Ketua DPRD Kukar H. Ahmad Yani dan sejumlah tamu undangan.

Pembangunan asrama tersebut menjadi simbol kesinambungan perjuangan dari generasi pendiri hingga generasi saat ini dalam membangun kualitas pendidikan pesantren yang lebih baik.

Ketua Panitia Milad, Wahidatuzzakiah, mengatakan bahwa peringatan 50 tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi antaralumni dan keluarga besar pesantren.

“Milad ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang silaturahmi, haul, doa bersama, serta dialog kepesantrenan untuk memperkuat gagasan dan konsolidasi alumni,” ujarnya.

Dialog kepesantrenan yang digelar dalam rangkaian Milad menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ust. Nasrun Basri, M.Pd.I dari Ponpes Darul Ihsan Samarinda, Muhammad Idham selaku Anggota DPRD Kukar sekaligus alumni, serta Selamat Said Sanib, M.Sos, alumni MTs tahun 1985 yang dikenal sebagai public speaker, trainer, penulis, dan penyair.

Dalam dialog tersebut, Selamat Said Sanib atau yang akrab disapa Bang Said menekankan pentingnya membangun citra pesantren melalui dokumentasi dan narasi sejarah yang kuat.

“Branding pesantren harus dibangun melalui dokumentasi yang kuat dan narasi sejarah yang terstruktur agar keberadaan pesantren semakin diakui publik,” tegas Bang Said yang juga menjabat Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kalimantan Timur.

Suasana Milad semakin semarak dengan penampilan seni dari Siti Rahmadaniah dan Gasto dari Kuarsa Mahakam yang membawakan karya berjudul Aku Sebutir Hujan. Penampilan tersebut menghadirkan suasana reflektif dan menyentuh bagi para tamu undangan dan keluarga besar pesantren.

Tidak hanya itu, dalam momentum Milad emas ini juga dilakukan penyusunan buku berjudul Kiprah dan Harapan 50 Tokoh Alumni. Buku tersebut mendokumentasikan kontribusi alumni di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, pendidikan, dakwah, ekonomi, tokoh perempuan, aparat penegak hukum, TNI/Polri, akademisi, seniman, hingga pengabdian sosial masyarakat.

Tim penyusun buku terdiri dari Selamat Said Sanib, Misran, Yati Sukri, Hj. Monawwarah, Yakson, dan Sarifuddin.

Puncak peringatan Milad 50 Tahun PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026 di lingkungan pesantren.

Mengusung semangat “1976–2026: Setengah Abad Mengabdi, Menjaga Tradisi, dan Membangun Generasi”, pesantren ini diharapkan terus melahirkan generasi berakhlak, berilmu, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

 

Sumber: Humas Pondok Pesantren PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong
@2026
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil

19 Juli 2026 - 21:00 WITA

C4

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

C2

Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan

19 Juli 2026 - 17:00 WITA

C1

DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan

18 Juli 2026 - 21:00 WITA

ab46

KONI Samarinda Matangkan Kontingen Porprov, 1.700 Atlet Masuk Tahap Seleksi Akhir

18 Juli 2026 - 20:00 WITA

ab45

KONI Kaltim Ajak Cabor Samarinda Perkuat Soliditas Menuju Porprov VIII

18 Juli 2026 - 19:00 WITA

ab44
Trending di BERITA DAERAH