Menu

Mode Gelap
Balikpapan Siapkan Rp12 Miliar Hadapi Porprov Kaltim VIII, Fokus pada Nomor Potensial Medali Kaltim Juara Umum MTQ Nasional XXXI, Seluruh Kafilah Dapat Apresiasi Erau 2026 Ditargetkan Tembus 40 Ribu Pengunjung, Dispar Kukar Perkuat Promosi Wisata dan UMKM Tiga Ormas Daerah Protes Tak Dilibatkan Kirab Erau 2026, Pemkab Kukar Beri Penjelasan Erau 2026 Masuk KEN, Hetifah Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

BERITA DAERAH · 1 Jun 2026 18:00 WITA ·

Deni Hakim Anwar: Pancasila Jadi Perekat Persatuan dan Landasan Perdamaian di Tengah Keberagaman


 Flyer ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dari Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, yang mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa, penguat persaudaraan, serta fondasi dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera. Grafis: Kumalanews.id. Perbesar

Flyer ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dari Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, yang mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa, penguat persaudaraan, serta fondasi dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera. Grafis: Kumalanews.id.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, politik, hingga perkembangan teknologi yang semakin pesat, Pancasila dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, kepada awak media, Senin (1/6/2026). Dalam momentum Hari Lahir Pancasila 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Deni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang menjadi pijakan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga merupakan pedoman hidup yang mampu mempersatukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang yang berbeda.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting bagi seluruh komponen bangsa untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila adalah perekat yang mempersatukan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang,” ujarnya.

Deni mengatakan, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga. Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa melalui Pancasila telah terbukti mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama puluhan tahun.

Ia menilai bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, tantangan terhadap persatuan bangsa juga semakin kompleks. Karena itu, seluruh masyarakat perlu memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang dapat memecah belah persatuan.

“Di era digital saat ini, masyarakat harus semakin bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar. Nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi pedoman agar kita tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat menimbulkan perpecahan,” katanya.

Lebih lanjut, Deni menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam kehidupan nasional, tetapi juga memiliki nilai universal yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun perdamaian dunia. Nilai kemanusiaan, keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan yang terkandung dalam Pancasila dinilai sejalan dengan cita-cita mewujudkan kehidupan dunia yang damai dan harmonis.

“Pancasila mengajarkan nilai kemanusiaan, keadilan, toleransi, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang relevan untuk menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang damai, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Politisi tersebut juga mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa sehingga perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme.

Ia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu menjadi sarana refleksi bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat rasa cinta tanah air dan mempererat persaudaraan antarwarga bangsa.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup bersama dalam menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta membangun masa depan bangsa yang damai, adil, dan beradab. Mari kita jadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam setiap langkah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan harmonis,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Deni mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, toleransi, dan persatuan sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, ia optimistis Indonesia akan semakin kuat, maju, dan mampu memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia.

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa persatuan dalam keberagaman merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga demi mewujudkan bangsa yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Balikpapan Siapkan Rp12 Miliar Hadapi Porprov Kaltim VIII, Fokus pada Nomor Potensial Medali

20 September 2026 - 18:00 WITA

k60

Kaltim Juara Umum MTQ Nasional XXXI, Seluruh Kafilah Dapat Apresiasi

20 September 2026 - 17:00 WITA

k59

Erau 2026 Ditargetkan Tembus 40 Ribu Pengunjung, Dispar Kukar Perkuat Promosi Wisata dan UMKM

20 September 2026 - 16:00 WITA

k57

Tiga Ormas Daerah Protes Tak Dilibatkan Kirab Erau 2026, Pemkab Kukar Beri Penjelasan

20 September 2026 - 15:00 WITA

k51

Erau 2026 Masuk KEN, Hetifah Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

20 September 2026 - 14:00 WITA

k50

Rendi Solihin Dorong One District One Festival untuk Perkuat Pariwisata Kukar

20 September 2026 - 13:00 WITA

k49
Trending di BERITA DAERAH