KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Kota Balikpapan saat ini tidak lagi bertumpu pada sektor minyak dan gas bumi (migas). Menurutnya, struktur perekonomian kota telah bergeser dan kini lebih banyak ditopang oleh sektor jasa, industri pengolahan, perdagangan, ekonomi kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus berkembang.
Hal itu disampaikan Rahmad saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (19/6/2026). Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap Balikpapan sebagai kota penghasil minyak. Padahal, sumber daya migas berada di wilayah sekitar seperti Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, sementara Balikpapan berperan sebagai pusat pengolahan, distribusi, dan berbagai aktivitas ekonomi yang mendukung industri energi.
“Balikpapan sekarang hidup dari sektor jasa dan industri,” ujar Rahmad.
Ia menjelaskan, keberadaan kilang minyak, pelabuhan, kawasan industri, serta berbagai layanan penunjang menjadikan Balikpapan tumbuh sebagai kota jasa yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur, termasuk sebagai daerah penyangga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Balikpapan bukan daerah yang kaya karena memiliki sumber daya minyak. Kita adalah kota jasa dan industri. Selama ini masyarakat sering menganggap Balikpapan sebagai kota minyak, padahal yang memiliki sumber daya tersebut berada di daerah tetangga. Balikpapan diuntungkan karena memiliki fasilitas pengolahan dan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mendukung sektor tersebut,” jelasnya.
Rahmad mengatakan, seiring berkembangnya investasi dan pembangunan di kawasan penyangga IKN, struktur ekonomi Balikpapan semakin beragam. Selain sektor industri pengolahan, perdagangan, jasa, dan logistik, peran UMKM juga terus diperkuat sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global.
Karena itu, Pemkot Balikpapan terus mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang lebih modern, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.
“Kami ingin UMKM Balikpapan benar-benar naik kelas,” tegas Rahmad.
Ia menilai, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan maupun perluasan akses pemasaran. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu mengikuti perubahan teknologi, memahami kebutuhan pasar, dan bersaing di era digital.
Menurut Rahmad, transformasi digital kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Pelaku usaha dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, hingga menjangkau konsumen melalui berbagai platform digital.
“Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, pelaku UMKM harus mampu mengikuti perubahan. Digitalisasi membuka peluang pasar yang lebih besar dan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Selain itu, ia menilai hadirnya IKN memberikan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kompetensi agar UMKM Balikpapan mampu menjadi bagian dari rantai pasok pembangunan di kawasan IKN.
Rahmad optimistis penguatan sektor jasa, industri, ekonomi kreatif, dan UMKM akan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Balikpapan dalam jangka panjang. Strategi tersebut diyakini mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam.
“Ke depan, kami ingin Balikpapan semakin mandiri. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi harus didukung oleh kemampuan masyarakat serta sektor-sektor ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” pungkas Rahmad.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















