Menu

Mode Gelap
Merangkai Identitas Nusantara Lewat Motif Batik, Otorita IKN dan Bank Indonesia Dorong Kreativitas Pengrajin Wastra Lokal Polsek Loa Kulu dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung Lima Desa Jelang HUT Bhayangkara ke-80 Mahasiswa dan KNPI Soroti Raperda TBC-HIV/AIDS, Tekankan Penguatan Pencegahan dan Perlindungan Hukum DPRD Samarinda Dorong Raperda TBC dan HIV/AIDS, Tekankan Penguatan Regulasi dan Deteksi Dini Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Sekolah Rakyat, Tekankan Ketepatan Sasaran dan Perlindungan Hak Anak

BERITA DAERAH · 20 Jun 2026 14:00 WITA ·

Polda Kaltim Turun ke Kampung Bebas Narkoba, Perkuat Pencegahan Lewat Pemberdayaan Warga


 Direktur Resnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, memberikan keterangan terkait upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika melalui kunjungan ke Kampung Bebas Narkoba di Jalan Pesut, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Direktur Resnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, memberikan keterangan terkait upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika melalui kunjungan ke Kampung Bebas Narkoba di Jalan Pesut, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur bersama Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda terus memperkuat upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan mengunjungi Kampung Bebas Narkoba di Jalan Pesut, Kelurahan Sungai Dama, Kota Samarinda.

Kegiatan yang dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, itu tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menitikberatkan pada pemetaan persoalan sosial serta penyusunan program pemberdayaan masyarakat sebagai strategi pencegahan jangka panjang.

Dalam kunjungan tersebut, Romylus bersama jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim dan Polresta Samarinda meninjau Pos Kampung Bebas Narkoba yang berada di lantai tiga Kantor Kelurahan Sungai Dama. Setelah itu, rombongan berkeliling menggunakan sepeda motor menyusuri sejumlah kawasan yang selama ini menjadi perhatian dalam upaya menekan peredaran narkoba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Sungai Dama Saharuddin, Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bangkit, personel Bhabinkamtibmas, para ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Selama berada di kawasan Jalan Pesut, jajaran kepolisian menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat di RT 9, RT 11, RT 12, dan RT 14. Mereka berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak yang sedang bermain futsal, ibu-ibu yang berkumpul di depan warung, hingga warga yang beraktivitas di bantaran Sungai Karang Mumus.

Menurut Romylus, pendekatan secara langsung kepada masyarakat merupakan langkah penting untuk memahami kondisi sosial di lingkungan yang menjadi sasaran program Kampung Bebas Narkoba.

“Kami ingin mendengar langsung suara masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan persoalan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Pencegahan harus dilakukan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh dengan melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan.

“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengar apa yang mereka rasakan dan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga harus dibarengi pemberdayaan masyarakat agar lingkungan menjadi lebih kuat terhadap pengaruh narkotika,” kata Romylus.

Dalam kesempatan itu, Ditresnarkoba Polda Kaltim juga melakukan pemetaan terhadap wilayah yang masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Selain itu, petugas mendata berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat sebagai dasar penyusunan program pembinaan.

Pendataan mencakup kondisi keamanan lingkungan, angka kriminalitas seperti pencurian dan perkelahian, jumlah kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, remaja, hingga warga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Data mengenai administrasi kependudukan masyarakat juga turut dihimpun untuk melengkapi pemetaan wilayah.

Tidak hanya itu, kepolisian juga mengidentifikasi potensi masyarakat, termasuk aktivitas positif, keterampilan, dan hobi yang banyak diminati warga. Informasi tersebut akan menjadi bahan dalam menyusun berbagai program pemberdayaan yang diharapkan mampu mengalihkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari pengaruh penyalahgunaan narkotika.

“Pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” tegas Romylus.

Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkoba tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, perangkat kelurahan, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga partisipasi aktif warga.

“Kami ingin membangun kampung yang benar-benar tangguh terhadap narkoba. Karena itu, kami berdiskusi dengan lurah dan para ketua RT mengenai kegiatan produktif yang bisa dikembangkan untuk warga. Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional masih berada di kisaran 1,73 persen atau sekitar 3,3 juta penduduk Indonesia berusia 15 hingga 64 tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkotika masih menjadi persoalan serius yang memerlukan penanganan secara komprehensif.

Karena itu, Polda Kalimantan Timur terus mengembangkan pendekatan berbasis lingkungan melalui Program Kampung Bebas Narkoba. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol perlawanan terhadap peredaran narkotika, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, pembinaan generasi muda, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan setiap lingkungan memiliki ketahanan sosial yang lebih baik sehingga mampu mencegah masuknya peredaran narkoba sekaligus menciptakan kawasan yang aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polsek Loa Kulu dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung Lima Desa Jelang HUT Bhayangkara ke-80

21 Juni 2026 - 09:00 WITA

a43

Mahasiswa dan KNPI Soroti Raperda TBC-HIV/AIDS, Tekankan Penguatan Pencegahan dan Perlindungan Hukum

20 Juni 2026 - 23:00 WITA

a42

DPRD Samarinda Dorong Raperda TBC dan HIV/AIDS, Tekankan Penguatan Regulasi dan Deteksi Dini

20 Juni 2026 - 22:00 WITA

a41

Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Sekolah Rakyat, Tekankan Ketepatan Sasaran dan Perlindungan Hak Anak

20 Juni 2026 - 21:00 WITA

a40

DPRD Samarinda Apresiasi SRT 24: Siswa Tunjukkan Perubahan Signifikan dalam Satu Tahun

20 Juni 2026 - 20:00 WITA

a39

Kepala SRT 24 Samarinda Apresiasi Kolaborasi Lintas Sektor, Sebut Sekolah Rakyat Tumbuh dari Kebersamaan

20 Juni 2026 - 19:00 WITA

a38
Trending di BERITA DAERAH