Menu

Mode Gelap
Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan KONI Samarinda Matangkan Kontingen Porprov, 1.700 Atlet Masuk Tahap Seleksi Akhir

BERITA DAERAH · 25 Jun 2026 14:00 WITA ·

Helmi Abdullah Dorong Pampang Jadi Destinasi Budaya Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Adat


 Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, berfoto bersama usai menghadiri pembukaan Festival Budaya Dayak Kenyah dan peringatan HUT ke-53 Desa Budaya Pampang di Lamin Adat Pampang, Samarinda, Kamis (25/6/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, berfoto bersama usai menghadiri pembukaan Festival Budaya Dayak Kenyah dan peringatan HUT ke-53 Desa Budaya Pampang di Lamin Adat Pampang, Samarinda, Kamis (25/6/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan bahwa Desa Wisata Budaya Pampang memiliki peran strategis sebagai ikon wisata budaya yang tidak hanya menjadi kebanggaan Kota Samarinda, tetapi juga menjadi pusat pelestarian budaya Dayak sekaligus sumber penguatan ekonomi masyarakat adat.

Pernyataan tersebut disampaikan Helmi saat menanggapi perkembangan Desa Wisata Budaya Pampang yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Kota Samarinda. Menurutnya, berbagai dukungan pemerintah terhadap kawasan tersebut telah berjalan cukup baik melalui penyelenggaraan festival budaya, promosi pariwisata, serta pembangunan infrastruktur penunjang yang mendukung aktivitas wisata.

Meski demikian, Helmi menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama agar manfaat sektor pariwisata dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat adat yang menjadi pelaku utama dan penjaga budaya di kawasan tersebut.

“Pampang sudah lama menjadi ikon wisata budaya Samarinda. Dukungan pemerintah patut diapresiasi, tetapi dampak ekonominya bagi masyarakat adat harus terus ditingkatkan,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Helmi, peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Pelaku UMKM, pengrajin suvenir khas Dayak, kelompok seni, hingga pengelola wisata perlu mendapatkan dukungan yang lebih terarah agar mampu menghasilkan produk dan layanan yang memiliki daya saing tinggi.

Ia menilai potensi budaya yang dimiliki Desa Wisata Budaya Pampang sangat besar untuk dikembangkan menjadi paket wisata yang lebih lengkap dan terintegrasi. Tidak hanya menampilkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menawarkan pengalaman edukasi, kerajinan tradisional, kuliner khas, hingga wisata berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Potensi yang dimiliki Pampang sangat besar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga,” katanya.

Selain pengembangan ekonomi kreatif, Helmi juga menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Menurutnya, akses jalan, fasilitas umum, area parkir, pusat informasi wisata, hingga promosi digital perlu terus diperkuat agar kunjungan wisatawan tidak hanya meningkat saat festival budaya berlangsung, tetapi juga ramai sepanjang tahun.

Ia menilai keberlanjutan sektor wisata menjadi kunci dalam menciptakan perputaran ekonomi yang stabil bagi masyarakat setempat. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, peluang usaha bagi warga seperti penjualan kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga jasa wisata juga akan semakin terbuka.

Di tengah berbagai prioritas pembangunan daerah, Helmi memastikan DPRD Kota Samarinda akan terus memberikan perhatian terhadap program-program pelestarian budaya. Menurutnya, budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Budaya harus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya ditampilkan saat festival atau acara tertentu,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya pembinaan yang berkesinambungan kepada generasi muda, termasuk dukungan terhadap sanggar seni, kelompok budaya, serta komunitas adat agar nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Lebih lanjut, Helmi menegaskan komitmen DPRD untuk mengawal kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada pelestarian budaya lokal. Langkah tersebut dinilai penting agar budaya tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi sektor yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan, Helmi berharap Desa Wisata Budaya Pampang dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang dikenal secara nasional bahkan internasional.

“Harapan kita, Pampang tidak hanya menjadi kebanggaan Samarinda, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat,” tutupnya.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil

19 Juli 2026 - 21:00 WITA

C4

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

C2

Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan

19 Juli 2026 - 17:00 WITA

C1

DPRD Samarinda Godok Raperda Pasar Rakyat, Dovy Serap Aspirasi Warga Sambutan

18 Juli 2026 - 21:00 WITA

ab46

KONI Samarinda Matangkan Kontingen Porprov, 1.700 Atlet Masuk Tahap Seleksi Akhir

18 Juli 2026 - 20:00 WITA

ab45

KONI Kaltim Ajak Cabor Samarinda Perkuat Soliditas Menuju Porprov VIII

18 Juli 2026 - 19:00 WITA

ab44
Trending di BERITA DAERAH