Menu

Mode Gelap
Disparpora Balikpapan Percepat Rencana Sirkuit Lamaru, DED Diusulkan Masuk Perubahan APBD 2026 Enam Fraksi DPRD Balikpapan Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Hasil Uji Debu di Kilang Pertamina Dinyatakan Aman, Pemkot Minta Sop Dievaluasi Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil

BERITA DAERAH · 2 Jul 2026 10:00 WITA ·

Ikuti Ladies Program APEKSI di Medan, Nurlena Rahmad Mas’ud Bawa Inspirasi Pemberdayaan Perempuan untuk Balikpapan


 Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas'ud, SE. (tengah), mengikuti Ladies Program dalam rangka Rakernas XVIII APEKSI 2026 bersama para istri wali kota se-Indonesia di Medan, Rabu (1/7/2026). Perbesar

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas'ud, SE. (tengah), mengikuti Ladies Program dalam rangka Rakernas XVIII APEKSI 2026 bersama para istri wali kota se-Indonesia di Medan, Rabu (1/7/2026).

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, SE., memanfaatkan keikutsertaannya dalam rangkaian pendamping Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara, untuk menyerap berbagai gagasan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam program pemberdayaan perempuan di Balikpapan.

Dalam kegiatan Ladies Program yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026), Nurlena bersama para istri wali kota dari berbagai daerah mengikuti sejumlah sesi yang membahas kepemimpinan perempuan, penguatan kepercayaan diri, kemampuan berbicara di ruang publik, hingga strategi membangun peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurut Nurlena, forum tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan sekaligus mempererat jejaring dengan para pendamping kepala daerah dari seluruh Indonesia. Berbagai materi yang disampaikan dinilai relevan untuk mendukung peningkatan kapasitas perempuan agar semakin aktif berkontribusi, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat.

“Banyak ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan dari para narasumber maupun peserta dari berbagai daerah. Ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk terus memperkuat peran perempuan, khususnya dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Balikpapan,” ujar Nurlena.

Ia mengatakan, selain memperoleh materi dari para narasumber, forum tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berhasil diterapkan di daerah masing-masing. Dari diskusi tersebut, banyak inovasi dan praktik baik yang dinilai dapat diadaptasi sesuai karakteristik serta kebutuhan Kota Balikpapan.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah sangat penting karena setiap kota memiliki pengalaman dan pendekatan yang berbeda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui program pemberdayaan perempuan dan keluarga.

Di sela-sela kegiatan, para peserta juga diajak mengenal lebih dekat budaya Kota Medan melalui city tour menggunakan becak bermotor atau bentor, yang menjadi salah satu moda transportasi khas daerah tersebut. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada seluruh peserta.

“Di Balikpapan tidak ada bentor. Jadi saat berada di Medan, saya ingin mencoba langsung. Rasanya menyenangkan karena selain berkeliling kota, kami juga bisa melihat lebih dekat kehidupan dan budaya masyarakat setempat,” katanya sambil tersenyum.

Nurlena menilai pengenalan budaya lokal menjadi bagian penting dalam setiap agenda nasional karena mampu mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkaya wawasan peserta mengenai keberagaman budaya Indonesia.

Ladies Program merupakan agenda pendamping Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas para istri kepala daerah melalui kegiatan edukatif, diskusi inspiratif, dan pertukaran pengalaman. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun jejaring yang dapat mendukung kolaborasi program sosial dan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.

Melalui partisipasinya dalam forum nasional tersebut, Nurlena berharap berbagai pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik yang diperoleh dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat program Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, pendidikan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh dari forum ini bisa diterapkan di Balikpapan melalui berbagai program yang bermanfaat bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat. Semoga kolaborasi yang terjalin juga terus berlanjut untuk menghadirkan inovasi yang berdampak nyata,” tutupnya.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Disparpora Balikpapan Percepat Rencana Sirkuit Lamaru, DED Diusulkan Masuk Perubahan APBD 2026

20 Juli 2026 - 13:00 WITA

C7

Enam Fraksi DPRD Balikpapan Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

20 Juli 2026 - 12:00 WITA

C6

Hasil Uji Debu di Kilang Pertamina Dinyatakan Aman, Pemkot Minta Sop Dievaluasi

20 Juli 2026 - 11:00 WITA

C5

Dovy Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Meski Beda Dapil

19 Juli 2026 - 21:00 WITA

C4

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Belum Membuahkan Hasil

19 Juli 2026 - 18:30 WITA

C2

Sosialisasikan Raperda Pasar Rakyat, Rusdi Doviyanto Ajak Warga Ikut Beri Masukan

19 Juli 2026 - 17:00 WITA

C1
Trending di BERITA DAERAH