Menu ✖

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Pemadaman Efisiensi Anggaran, Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga Operasional Lima Raperda Disepakati Dibahas, Pemkab Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan KNPI Samarinda Sampaikan Aspirasi Pemuda, Dorong Regulasi dan Dukungan untuk OKP

BERITA DAERAH · 14 Sep 2026 10:30 WITA ·

Gema Gawi Gau Fest 2026 Buka Kembali Jejak Sejarah Bugis di Samarinda Seberang


 Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengapresiasi Gema Gawi Gau Fest 2026: “Hikayat Balo Lipa” di Kampung Ketupat, Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam. Menurutnya, pertunjukan teatrikal tersebut menjadi media untuk mengenalkan kembali sejarah perjalanan masyarakat Bugis di tanah perantauan di bumi Kutai. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengapresiasi Gema Gawi Gau Fest 2026: “Hikayat Balo Lipa” di Kampung Ketupat, Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam. Menurutnya, pertunjukan teatrikal tersebut menjadi media untuk mengenalkan kembali sejarah perjalanan masyarakat Bugis di tanah perantauan di bumi Kutai. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pagelaran Malam Pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026: “Hikayat Balo Lipa” tidak sekadar menjadi tontonan seni, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali perjalanan sejarah dan kebudayaan masyarakat Bugis di tanah perantauan.

Pertunjukan yang digelar di Kampung Ketupat, Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam, mendapat apresiasi dari Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi. Menurutnya, pertunjukan teatrikal tersebut berhasil mengemas perjalanan masyarakat Bugis hingga tiba dan menetap di tanah perantauan di bumi Kutai.

Hal itu disampaikan Aditya kepada awak media KumalaNews.id usai menyaksikan langsung pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Hetifah, Kementerian Kebudayaan, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini,” ujar Aditya.

Menurutnya, pertunjukan yang dikemas dalam bentuk teatrikal tersebut mampu menyajikan gambaran mengenai perjalanan masyarakat Bugis hingga sampai ke tanah perantauan. Penyampaian sejarah melalui seni dinilai menjadi cara yang menarik untuk memperkenalkan kembali keberagaman budaya kepada masyarakat.

“Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan masyarakat Bugis hingga tiba di bumi Kutai. Ini juga menjadi media pembelajaran bagi generasi hari ini,” katanya.

Aditya mengaku terkesan sekaligus senang dapat menyaksikan langsung pertunjukan tersebut. Ia menilai konsep serupa memiliki peluang untuk dikembangkan dalam kegiatan kebudayaan yang lebih besar dan strategis di masa mendatang.

Menurutnya, Samarinda Seberang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat besar untuk terus digali, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Kekayaan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas sekaligus potensi kawasan.

“Pelan-pelan akan kami kolaborasikan dan sajikan semaksimal mungkin karena ini kekayaan Samarinda Seberang,” jelasnya.

Ia menilai perhatian yang diberikan berbagai pihak terhadap kegiatan kebudayaan tersebut seharusnya menjadi pemantik bagi generasi muda, khususnya pemuda dan pemudi Samarinda Seberang, untuk ikut mengambil peran dalam pelestarian budaya.

Aditya berpesan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam setiap kegiatan budaya. Mereka diharapkan mampu terlibat, berkreasi, serta mengemas kekayaan budaya lokal dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kalau pihak luar saja memberi perhatian besar, pemuda Samarinda Seberang tidak boleh ketinggalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong generasi muda untuk mengambil inspirasi dari Gema Gawi Gau Fest 2026 dan mengembangkannya melalui kekuatan budaya lokal Samarinda Seberang. Menurutnya, kreativitas generasi muda dapat menjadi jembatan agar warisan budaya tetap dikenal dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Kalau perlu kita tiru dan kemas dengan budaya lokal agar menjadi nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Aditya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Pemadaman

5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

m6

Efisiensi Anggaran, Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga Operasional

5 Oktober 2026 - 21:02 WITA

m5

Lima Raperda Disepakati Dibahas, Pemkab Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

m4

KNPI Samarinda Sampaikan Aspirasi Pemuda, Dorong Regulasi dan Dukungan untuk OKP

5 Oktober 2026 - 18:00 WITA

m1

Viktor Soroti Keterbatasan Fiskal Samarinda, Dorong Pemuda Manfaatkan Potensi Ekonomi

5 Oktober 2026 - 17:00 WITA

l99

HUT Ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l98
Trending di BERITA DAERAH