Menu

Mode Gelap
Polda Kaltim Tegaskan Pelaku Karhutla Akan Ditindak Tegas, 19 Orang Jadi Tersangka Camat Samarinda Seberang Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran Lahan di Tengah Cuaca Kering Gema Gawi Gau Fest 2026 Buka Kembali Jejak Sejarah Bugis di Samarinda Seberang Gema Gawi Gau Fest 2026 Angkat Akar Budaya Wajo, Pokdarwis Kampung Ketupat Beri Apresiasi Duta Kebudayaan Kaltim 2026 Dorong Anak Muda Aktif Lestarikan Budaya Lokal

BERITA DAERAH · 14 Sep 2026 10:30 WITA ·

Gema Gawi Gau Fest 2026 Buka Kembali Jejak Sejarah Bugis di Samarinda Seberang


 Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengapresiasi Gema Gawi Gau Fest 2026: “Hikayat Balo Lipa” di Kampung Ketupat, Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam. Menurutnya, pertunjukan teatrikal tersebut menjadi media untuk mengenalkan kembali sejarah perjalanan masyarakat Bugis di tanah perantauan di bumi Kutai. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengapresiasi Gema Gawi Gau Fest 2026: “Hikayat Balo Lipa” di Kampung Ketupat, Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam. Menurutnya, pertunjukan teatrikal tersebut menjadi media untuk mengenalkan kembali sejarah perjalanan masyarakat Bugis di tanah perantauan di bumi Kutai. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pagelaran Malam Pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026: “Hikayat Balo Lipa” tidak sekadar menjadi tontonan seni, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali perjalanan sejarah dan kebudayaan masyarakat Bugis di tanah perantauan.

Pertunjukan yang digelar di Kampung Ketupat, Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam, mendapat apresiasi dari Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi. Menurutnya, pertunjukan teatrikal tersebut berhasil mengemas perjalanan masyarakat Bugis hingga tiba dan menetap di tanah perantauan di bumi Kutai.

Hal itu disampaikan Aditya kepada awak media KumalaNews.id usai menyaksikan langsung pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Hetifah, Kementerian Kebudayaan, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini,” ujar Aditya.

Menurutnya, pertunjukan yang dikemas dalam bentuk teatrikal tersebut mampu menyajikan gambaran mengenai perjalanan masyarakat Bugis hingga sampai ke tanah perantauan. Penyampaian sejarah melalui seni dinilai menjadi cara yang menarik untuk memperkenalkan kembali keberagaman budaya kepada masyarakat.

“Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan masyarakat Bugis hingga tiba di bumi Kutai. Ini juga menjadi media pembelajaran bagi generasi hari ini,” katanya.

Aditya mengaku terkesan sekaligus senang dapat menyaksikan langsung pertunjukan tersebut. Ia menilai konsep serupa memiliki peluang untuk dikembangkan dalam kegiatan kebudayaan yang lebih besar dan strategis di masa mendatang.

Menurutnya, Samarinda Seberang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat besar untuk terus digali, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Kekayaan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas sekaligus potensi kawasan.

“Pelan-pelan akan kami kolaborasikan dan sajikan semaksimal mungkin karena ini kekayaan Samarinda Seberang,” jelasnya.

Ia menilai perhatian yang diberikan berbagai pihak terhadap kegiatan kebudayaan tersebut seharusnya menjadi pemantik bagi generasi muda, khususnya pemuda dan pemudi Samarinda Seberang, untuk ikut mengambil peran dalam pelestarian budaya.

Aditya berpesan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam setiap kegiatan budaya. Mereka diharapkan mampu terlibat, berkreasi, serta mengemas kekayaan budaya lokal dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kalau pihak luar saja memberi perhatian besar, pemuda Samarinda Seberang tidak boleh ketinggalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong generasi muda untuk mengambil inspirasi dari Gema Gawi Gau Fest 2026 dan mengembangkannya melalui kekuatan budaya lokal Samarinda Seberang. Menurutnya, kreativitas generasi muda dapat menjadi jembatan agar warisan budaya tetap dikenal dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Kalau perlu kita tiru dan kemas dengan budaya lokal agar menjadi nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Aditya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Kaltim Tegaskan Pelaku Karhutla Akan Ditindak Tegas, 19 Orang Jadi Tersangka

14 September 2026 - 11:30 WITA

i90

Camat Samarinda Seberang Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran Lahan di Tengah Cuaca Kering

14 September 2026 - 11:00 WITA

i89

Gema Gawi Gau Fest 2026 Angkat Akar Budaya Wajo, Pokdarwis Kampung Ketupat Beri Apresiasi

14 September 2026 - 10:00 WITA

i87

Duta Kebudayaan Kaltim 2026 Dorong Anak Muda Aktif Lestarikan Budaya Lokal

14 September 2026 - 09:30 WITA

i86

Hetifah Apresiasi Gema Gawi Gau Fest 2026, Dorong Generasi Muda Cintai Budaya Kaltim

14 September 2026 - 09:00 WITA

i85

Regenerasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Kampung Ketupat Samarinda Dinilai Beri Inspirasi

14 September 2026 - 08:30 WITA

i84
Trending di BERITA DAERAH