Menu

Mode Gelap
Hetifah Apresiasi Gema Gawi Gau Fest 2026, Dorong Generasi Muda Cintai Budaya Kaltim Regenerasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Kampung Ketupat Samarinda Dinilai Beri Inspirasi Air Mata Pembina Sanggar Pilar, Haru Melihat Anak Didik Tampil di Gema Gawi Gau Fest 2026 Sanggar Pilar Hadirkan “Hikayat Balo Lipa” dalam Drama Musikal, Persiapan Hanya Sebulan Gema Gawi Gau Fest 2026, Teater Jadi Ruang Kreatif Gen Z Kenali Budaya Daerah

BERITA DAERAH · 14 Sep 2026 07:00 WITA ·

Gema Gawi Gau Fest 2026, Teater Jadi Ruang Kreatif Gen Z Kenali Budaya Daerah


 Panggung teater tak lagi identik dengan seni pertunjukan yang kuno. Bagi Queen Ananda Fitaloka, anggota Teater Sanggar Pilar Samarinda, teater menjadi ruang bagi generasi muda untuk menambah wawasan, mengasah kreativitas, sekaligus mengenal budaya daerah dengan kemasan yang lebih modern. Perbesar

Panggung teater tak lagi identik dengan seni pertunjukan yang kuno. Bagi Queen Ananda Fitaloka, anggota Teater Sanggar Pilar Samarinda, teater menjadi ruang bagi generasi muda untuk menambah wawasan, mengasah kreativitas, sekaligus mengenal budaya daerah dengan kemasan yang lebih modern.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Panggung teater tak lagi sekadar identik dengan cerita masa lalu atau seni pertunjukan yang dianggap kuno. Bagi Queen Ananda Fitaloka, anggota Teater Sanggar Pilar Samarinda, teater justru menjadi ruang bagi generasi muda untuk menambah wawasan, mengasah kreativitas, sekaligus mengenal budaya daerah dengan cara yang lebih menarik dan modern.

Pandangan tersebut disampaikan Queen saat mengikuti Malam Pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026: Hikayat Balo Lipa yang digelar di Kampung Ketupat Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, ia bersama anggota sanggar lainnya turut ambil bagian dalam pertunjukan seni yang mengangkat unsur cerita dan budaya lokal.

Bagi Queen, keterlibatannya dalam dunia teater berawal dari keinginan pribadi untuk mendapatkan pengalaman baru. Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan diri, termasuk ketika nantinya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Saya ikut untuk menambah wawasan dan pengalaman, terutama sebagai bekal kuliah,” ujar Queen kepada awak media KumalaNews.id.

Ia menegaskan, keikutsertaannya dalam kegiatan teater bukan karena dorongan atau tuntutan dari pihak lain. Queen memilih terlibat karena memang memiliki ketertarikan terhadap seni pertunjukan dan ingin mencoba berbagai pengalaman baru.

“Memang dari diri sendiri, saya ingin ikut kegiatan seperti ini,” katanya.

Menurut Queen, generasi muda, khususnya Gen Z, tidak perlu memandang teater sebagai seni yang ketinggalan zaman. Sebaliknya, cerita-cerita dari masa lalu dapat dikembangkan melalui konsep pertunjukan yang lebih kreatif dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Gen Z harus coba teater, karena cerita lama juga bisa dikemas secara modern,” tuturnya.

Tidak hanya belajar seni peran atau acting, keterlibatan dalam teater juga memberikan kesempatan kepada para anggota untuk mengembangkan kemampuan lain, seperti bernyanyi dan menari. Hal tersebut membuat kegiatan teater menjadi ruang belajar yang cukup luas bagi generasi muda.

Dalam pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026, Queen mendapat peran sebagai penari. Ia membawakan salah satu tarian daerah Kutai, yakni Jepen, yang menjadi bagian dari sajian seni dalam pertunjukan tersebut.

“Di teater kita bisa bernyanyi, menari, dan acting. Kali ini saya menjadi penari Jepen,” jelasnya.

Kehadiran generasi muda seperti Queen dalam Gema Gawi Gau Fest 2026 menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara yang monoton. Seni tradisi dapat dipadukan dengan kreativitas generasi masa kini sehingga memiliki daya tarik yang lebih dekat dengan anak muda.

Melalui panggung pertunjukan, cerita, tarian, dan berbagai unsur budaya lokal dapat terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Dengan cara tersebut, budaya daerah tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari kreativitas dan ekspresi generasi masa kini.

Bagi Queen, teater menjadi salah satu cara untuk belajar sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah. Ia berharap semakin banyak anak muda yang berani mencoba seni pertunjukan dan menjadikannya sebagai ruang untuk berkarya, belajar, serta memperluas pengalaman.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hetifah Apresiasi Gema Gawi Gau Fest 2026, Dorong Generasi Muda Cintai Budaya Kaltim

14 September 2026 - 09:00 WITA

i85

Regenerasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Kampung Ketupat Samarinda Dinilai Beri Inspirasi

14 September 2026 - 08:30 WITA

i84

Air Mata Pembina Sanggar Pilar, Haru Melihat Anak Didik Tampil di Gema Gawi Gau Fest 2026

14 September 2026 - 08:00 WITA

i83

Sanggar Pilar Hadirkan “Hikayat Balo Lipa” dalam Drama Musikal, Persiapan Hanya Sebulan

14 September 2026 - 07:30 WITA

i82

Kodam VI Mulawarman Siapkan 441 Sumber Air Antisipasi Kemarau dan Karhutla

13 September 2026 - 11:00 WITA

i79

Mahligai Nusantara 2026 Jadi Momentum UMKM Balikpapan Perluas Pasar

13 September 2026 - 10:00 WITA

i78
Trending di BERITA DAERAH