Menu ✖

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Pemadaman Efisiensi Anggaran, Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga Operasional Lima Raperda Disepakati Dibahas, Pemkab Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan KNPI Samarinda Sampaikan Aspirasi Pemuda, Dorong Regulasi dan Dukungan untuk OKP

BERITA DAERAH · 14 Sep 2026 07:00 WITA ·

Gema Gawi Gau Fest 2026, Teater Jadi Ruang Kreatif Gen Z Kenali Budaya Daerah


 Panggung teater tak lagi identik dengan seni pertunjukan yang kuno. Bagi Queen Ananda Fitaloka, anggota Teater Sanggar Pilar Samarinda, teater menjadi ruang bagi generasi muda untuk menambah wawasan, mengasah kreativitas, sekaligus mengenal budaya daerah dengan kemasan yang lebih modern. Perbesar

Panggung teater tak lagi identik dengan seni pertunjukan yang kuno. Bagi Queen Ananda Fitaloka, anggota Teater Sanggar Pilar Samarinda, teater menjadi ruang bagi generasi muda untuk menambah wawasan, mengasah kreativitas, sekaligus mengenal budaya daerah dengan kemasan yang lebih modern.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Panggung teater tak lagi sekadar identik dengan cerita masa lalu atau seni pertunjukan yang dianggap kuno. Bagi Queen Ananda Fitaloka, anggota Teater Sanggar Pilar Samarinda, teater justru menjadi ruang bagi generasi muda untuk menambah wawasan, mengasah kreativitas, sekaligus mengenal budaya daerah dengan cara yang lebih menarik dan modern.

Pandangan tersebut disampaikan Queen saat mengikuti Malam Pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026: Hikayat Balo Lipa yang digelar di Kampung Ketupat Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, ia bersama anggota sanggar lainnya turut ambil bagian dalam pertunjukan seni yang mengangkat unsur cerita dan budaya lokal.

Bagi Queen, keterlibatannya dalam dunia teater berawal dari keinginan pribadi untuk mendapatkan pengalaman baru. Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan diri, termasuk ketika nantinya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Saya ikut untuk menambah wawasan dan pengalaman, terutama sebagai bekal kuliah,” ujar Queen kepada awak media KumalaNews.id.

Ia menegaskan, keikutsertaannya dalam kegiatan teater bukan karena dorongan atau tuntutan dari pihak lain. Queen memilih terlibat karena memang memiliki ketertarikan terhadap seni pertunjukan dan ingin mencoba berbagai pengalaman baru.

“Memang dari diri sendiri, saya ingin ikut kegiatan seperti ini,” katanya.

Menurut Queen, generasi muda, khususnya Gen Z, tidak perlu memandang teater sebagai seni yang ketinggalan zaman. Sebaliknya, cerita-cerita dari masa lalu dapat dikembangkan melalui konsep pertunjukan yang lebih kreatif dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Gen Z harus coba teater, karena cerita lama juga bisa dikemas secara modern,” tuturnya.

Tidak hanya belajar seni peran atau acting, keterlibatan dalam teater juga memberikan kesempatan kepada para anggota untuk mengembangkan kemampuan lain, seperti bernyanyi dan menari. Hal tersebut membuat kegiatan teater menjadi ruang belajar yang cukup luas bagi generasi muda.

Dalam pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026, Queen mendapat peran sebagai penari. Ia membawakan salah satu tarian daerah Kutai, yakni Jepen, yang menjadi bagian dari sajian seni dalam pertunjukan tersebut.

“Di teater kita bisa bernyanyi, menari, dan acting. Kali ini saya menjadi penari Jepen,” jelasnya.

Kehadiran generasi muda seperti Queen dalam Gema Gawi Gau Fest 2026 menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara yang monoton. Seni tradisi dapat dipadukan dengan kreativitas generasi masa kini sehingga memiliki daya tarik yang lebih dekat dengan anak muda.

Melalui panggung pertunjukan, cerita, tarian, dan berbagai unsur budaya lokal dapat terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Dengan cara tersebut, budaya daerah tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari kreativitas dan ekspresi generasi masa kini.

Bagi Queen, teater menjadi salah satu cara untuk belajar sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah. Ia berharap semakin banyak anak muda yang berani mencoba seni pertunjukan dan menjadikannya sebagai ruang untuk berkarya, belajar, serta memperluas pengalaman.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Hanguskan Sekitar 75 Rumah di Tenggarong, Keterbatasan Air Jadi Kendala Pemadaman

5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

m6

Efisiensi Anggaran, Pemkab Kukar Pangkas Belanja Perjalanan Dinas hingga Operasional

5 Oktober 2026 - 21:02 WITA

m5

Lima Raperda Disepakati Dibahas, Pemkab Kukar Dorong Pencabutan Perda Kecamatan Sedulang

5 Oktober 2026 - 20:00 WITA

m4

KNPI Samarinda Sampaikan Aspirasi Pemuda, Dorong Regulasi dan Dukungan untuk OKP

5 Oktober 2026 - 18:00 WITA

m1

Viktor Soroti Keterbatasan Fiskal Samarinda, Dorong Pemuda Manfaatkan Potensi Ekonomi

5 Oktober 2026 - 17:00 WITA

l99

HUT Ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah

5 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l98
Trending di BERITA DAERAH