Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

BERITA DAERAH · 14 Sep 2026 08:30 WITA ·

Regenerasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Kampung Ketupat Samarinda Dinilai Beri Inspirasi


 Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Kebudayaan RI, Puguh Wiyatno, menegaskan pentingnya regenerasi dalam pelestarian budaya agar kesenian dan nilai-nilai tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Malam Pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026: Hikayat Balo Lipa di Kampung Ketupat Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Kebudayaan RI, Puguh Wiyatno, menegaskan pentingnya regenerasi dalam pelestarian budaya agar kesenian dan nilai-nilai tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Malam Pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026: Hikayat Balo Lipa di Kampung Ketupat Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga tradisi, tetapi juga membutuhkan regenerasi agar kesenian dan nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Kebudayaan RI, Puguh Wiyatno, saat menghadiri Malam Pertunjukan Gema Gawi Gau Fest 2026: Hikayat Balo Lipa di Kampung Ketupat Samarinda, Minggu (13/9/2026) malam.

Menurut Puguh, Kampung Ketupat memiliki kekuatan tersendiri karena mampu mempertahankan tradisi sekaligus melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

“Yang paling menarik adalah regenerasi budayanya. Itu yang sangat kuat di sini,” kata Puguh.

Ia menilai keberlangsungan budaya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat mengenalkan tradisi kepada anak-anak dan generasi muda. Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus berkembang dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Budaya harus terus diturunkan kepada anak-anak dan generasi berikutnya,” ujarnya.

Puguh juga mengaku mendapatkan kesan positif dari kegiatan tersebut. Kunjungannya ke Samarinda menjadi pengalaman pertama, sekaligus memperlihatkan bahwa dukungan dan fasilitasi kebudayaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini pertama kali saya ke sini. Saya melihat fasilitasi kebudayaan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti Gema Gawi Gau Fest tidak seharusnya berhenti sebagai sebuah pertunjukan atau festival semata. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga, mengembangkan, sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Ia pun berharap semangat yang tumbuh di Kampung Ketupat dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan dan melestarikan kekayaan budaya masing-masing.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk semakin mengembangkan budaya lokal,” katanya.

Puguh menegaskan, Kementerian Kebudayaan RI siap memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan Indonesia. Dukungan tersebut mencakup upaya pelestarian, pengembangan, pemanfaatan hingga pembinaan kebudayaan.

“Kami siap membantu dan mengarahkan upaya pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan budaya Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan bagian dari amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Karena itu, upaya masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kebudayaan nasional.

Bagi Puguh, Kampung Ketupat Samarinda menunjukkan bahwa kebudayaan dapat terus tumbuh ketika masyarakat, komunitas seni, dan pemerintah berjalan bersama. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga tradisi tetap hidup sekaligus memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat.

“Ini Kampung Ketupat, inilah Samarinda. Mari kita bersama-sama memajukan pembangunan dan kebudayaan,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer

13 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n33

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n32

Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar

13 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n31

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n30

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

13 Oktober 2026 - 15:30 WITA

n29

Iswandi Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Samarinda, Tak Cukup Hanya Pelatihan dan Bantuan

13 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n28
Trending di BERITA DAERAH