Menu ✖

Mode Gelap
Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota Pemkot Balikpapan Dorong Digitalisasi Data Bansos, Tekan Risiko Salah Sasaran 131 Paguyuban Jadi Kekuatan Balikpapan, Bagus Susetyo Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Lestarikan Budaya ISPA Tembus 3.100 Kasus, Dinkes Balikpapan Imbau Warga Waspadai Paparan Asap Karhutla Aris Mulyanata Imbau Warga Samarinda Tidak Membakar Sampah Sembarangan

BERITA DAERAH · 14 Okt 2026 17:30 WITA ·

131 Paguyuban Jadi Kekuatan Balikpapan, Bagus Susetyo Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Lestarikan Budaya


 Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, persatuan dan hubungan harmonis antarkelompok menjadi kunci menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Balikpapan. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, persatuan dan hubungan harmonis antarkelompok menjadi kunci menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Balikpapan. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Keberadaan 131 paguyuban dari berbagai daerah menjadi salah satu kekuatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), dalam menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang. Potensi tersebut perlu terus diperkuat melalui silaturahmi, komunikasi, serta pelestarian budaya daerah agar persatuan masyarakat tetap terjaga.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, MM., menegaskan bahwa keberagaman yang tumbuh di Kota Balikpapan merupakan kekayaan sosial yang harus dirawat bersama. Menurutnya, hubungan harmonis antarkelompok masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas kota.

“Balikpapan merupakan miniatur Republik Indonesia. Hingga kini, kita bisa menjaga kerukunan tanpa konflik horizontal,” ujar Bagus, Rabu (14/10/2026).

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengapresiasi kegiatan Paguyuban Yogyakarta yang menjadi wadah bagi warga asal Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mempererat hubungan kekeluargaan di perantauan, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Bagus menilai, kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan tetap dapat terpelihara meskipun warga telah lama meninggalkan kampung halaman. Dalam pertemuan bersama paguyuban tersebut, sejumlah warga asal Gunungkidul dan Kulon Progo yang kini menetap di Banjarmasin dan wilayah lain di Kalimantan Selatan juga turut hadir.

“Silaturahmi warga Yogyakarta di perantauan ini sangat positif. Apalagi, mereka rutin menggelar pertemuan setiap bulan,” katanya.

Menurut Bagus, silaturahmi tidak hanya menjadi sarana untuk melepas rindu dan mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga membangun kepedulian sosial serta memperkuat jaringan antarmasyarakat. Melalui kegiatan bersama, warga dapat saling mendukung sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Ia berharap, keberadaan 131 paguyuban di Balikpapan dapat terus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Setiap paguyuban diharapkan mampu menjaga hubungan baik dengan kelompok masyarakat lainnya sehingga perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Selain menjaga kerukunan, Bagus juga menekankan pentingnya pelestarian budaya daerah, terutama kepada generasi muda yang tumbuh jauh dari kampung halaman orang tua mereka.

Menurutnya, pengenalan budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan seni, pertunjukan tradisional, serta kegiatan kebudayaan yang melibatkan anak-anak dan remaja. Dengan begitu, generasi penerus tidak hanya mengenal asal-usul keluarganya, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi leluhur.

Berbagai kesenian, seperti tari tradisional, gamelan, dan tembang panembrama, dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas budaya kepada generasi muda. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya agar warisan budaya tetap hidup dan tidak terputus akibat perubahan zaman.

Bagus menilai, pelestarian budaya dan penguatan persaudaraan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Masyarakat dapat mempertahankan identitas daerah masing-masing tanpa mengurangi rasa kebersamaan sebagai bagian dari masyarakat Kota Balikpapan.

Ia juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Banjarmasin karena pernah tinggal di kota tersebut selama empat tahun. Pengalaman itu membuatnya memiliki ikatan tersendiri dengan masyarakat dan kehidupan di Kalimantan Selatan.

“Selain Yogyakarta, Banjarmasin dan Kalimantan Timur juga menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Rasanya seperti pulang ke rumah, ke kampung halaman kedua,” ungkapnya.

Bagus berharap, semangat persaudaraan, toleransi, dan kecintaan terhadap budaya daerah dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan komunikasi yang baik dan kegiatan kebersamaan yang berkelanjutan, masyarakat dari berbagai latar belakang di Balikpapan diharapkan semakin solid dalam menjaga keharmonisan.

Keberadaan paguyuban pun diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul berdasarkan kesamaan daerah asal, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat persatuan, memelihara kerukunan, serta mendukung terciptanya Kota Balikpapan yang aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Dorong Digitalisasi Data Bansos, Tekan Risiko Salah Sasaran

14 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n57

ISPA Tembus 3.100 Kasus, Dinkes Balikpapan Imbau Warga Waspadai Paparan Asap Karhutla

14 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n56

Aris Mulyanata Imbau Warga Samarinda Tidak Membakar Sampah Sembarangan

14 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n48

Deni Hakim Anwar Dorong Integrasi Data OPD, Cegah Jalan Samarinda Dibongkar Berulang

14 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n45

Penempatan Lapak Pasar Pagi Samarinda Dievaluasi, Pedagang Usulkan Lokasi Berdekatan

14 Oktober 2026 - 15:30 WITA

42

Aris Mulyanata Nilai Pemekaran Samarinda Utara Relevan, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan

14 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n47
Trending di BERITA DAERAH