Menu ✖

Mode Gelap
Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota Pemkot Balikpapan Dorong Digitalisasi Data Bansos, Tekan Risiko Salah Sasaran 131 Paguyuban Jadi Kekuatan Balikpapan, Bagus Susetyo Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Lestarikan Budaya ISPA Tembus 3.100 Kasus, Dinkes Balikpapan Imbau Warga Waspadai Paparan Asap Karhutla Aris Mulyanata Imbau Warga Samarinda Tidak Membakar Sampah Sembarangan

BERITA DAERAH · 14 Okt 2026 18:00 WITA ·

Pemkot Balikpapan Dorong Digitalisasi Data Bansos, Tekan Risiko Salah Sasaran


 Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, menegaskan digitalisasi data penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya penyaluran bantuan sosial. Pengelolaan data secara digital diharapkan membuat penentuan penerima bantuan lebih akurat dan tepat sasaran. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, menegaskan digitalisasi data penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya penyaluran bantuan sosial. Pengelolaan data secara digital diharapkan membuat penentuan penerima bantuan lebih akurat dan tepat sasaran. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperbaiki tata kelola data penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan agar diterima masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan pemerintah.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Arfiansyah, mengatakan digitalisasi data merupakan bagian dari transformasi pengelolaan data yang tengah didorong pemerintah pusat. Melalui perubahan tersebut, data yang sebelumnya dikelola secara manual diharapkan dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai pelayanan publik, khususnya di bidang perlindungan sosial.

“Pemerintah pusat mendorong transformasi data ke bentuk digital untuk mendukung berbagai pelayanan, termasuk perlindungan sosial,” ujar Arfiansyah, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, ketidaktepatan sasaran masih menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program bantuan sosial. Karena itu, pembenahan sistem pendataan menjadi hal penting agar pemerintah memiliki informasi yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat yang berhak menerima bantuan.

Ia menjelaskan, digitalisasi bukan sekadar memindahkan data dari dokumen fisik ke sistem elektronik. Lebih dari itu, pemanfaatan teknologi diharapkan mampu membantu pemerintah mengelola informasi secara lebih terstruktur, sehingga proses penentuan penerima manfaat dapat dilakukan dengan lebih baik.

Dalam pelaksanaan program bansos, kualitas data menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penyaluran bantuan. Data yang akurat dan sesuai dengan kondisi terkini masyarakat dapat membantu pemerintah mengidentifikasi penerima manfaat berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

“Digitalisasi bukan hanya mengubah bentuk data, tetapi juga memastikan data tersebut bermanfaat bagi pelayanan masyarakat,” katanya.

Arfiansyah menambahkan, pemanfaatan data digital diharapkan dapat mendukung proses perencanaan, penentuan sasaran, hingga evaluasi program perlindungan sosial. Dengan pengelolaan yang lebih terarah, pemerintah dapat meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus mengurangi risiko kesalahan dalam penyaluran bantuan.

Pemutakhiran Data Tetap Menjadi Kunci

Meski demikian, Arfiansyah menegaskan bahwa penerapan sistem digital harus diikuti dengan pemutakhiran data secara berkala serta verifikasi kondisi masyarakat di lapangan. Langkah ini diperlukan untuk memastikan informasi yang tersimpan dalam sistem tetap sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Perubahan kondisi ekonomi, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, maupun situasi sosial masyarakat dapat memengaruhi kelayakan seseorang sebagai penerima bantuan. Oleh sebab itu, pembaruan data menjadi bagian penting agar penyaluran bansos tetap mengacu pada kondisi terkini dan ketentuan yang berlaku.

Selain dukungan teknologi, koordinasi antarinstansi dan keterlibatan pihak terkait juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendataan. Dengan demikian, digitalisasi tidak berhenti sebagai pembaruan sistem administrasi, tetapi benar-benar mendukung perbaikan pelayanan perlindungan sosial.

Pemkot Balikpapan berharap penguatan sistem digital yang disertai validasi dan pemutakhiran data dapat membantu meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial. Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat transparansi dan efektivitas pelayanan, sehingga masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

131 Paguyuban Jadi Kekuatan Balikpapan, Bagus Susetyo Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Lestarikan Budaya

14 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n55

ISPA Tembus 3.100 Kasus, Dinkes Balikpapan Imbau Warga Waspadai Paparan Asap Karhutla

14 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n56

Aris Mulyanata Imbau Warga Samarinda Tidak Membakar Sampah Sembarangan

14 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n48

Deni Hakim Anwar Dorong Integrasi Data OPD, Cegah Jalan Samarinda Dibongkar Berulang

14 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n45

Penempatan Lapak Pasar Pagi Samarinda Dievaluasi, Pedagang Usulkan Lokasi Berdekatan

14 Oktober 2026 - 15:30 WITA

42

Aris Mulyanata Nilai Pemekaran Samarinda Utara Relevan, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan

14 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n47
Trending di BERITA DAERAH