Menu

Mode Gelap
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat Bukan Sekadar Otot, Ini Aspek yang Dinilai Juri di JOS Fitness Open Bodycontest 2026 PBFI Kaltim Dorong Kompetisi Fitness Jadi Wadah Lahirkan Atlet Berprestasi Dimas Wira Jadikan JOS Fitness Open Body Contest 2026 Batu Loncatan ke Kompetisi Lebih Tinggi JOS Fitness Open Body Contest Diharapkan Jadi Kawah Atlet Fitness Kaltim

NASIONAL · 12 Agu 2025 10:15 WITA ·

Pelantikan 59 Pejabat DKI Disorot, Muncul Dugaan Kecurangan


 Gedung DPRD Jakarta. (Foto: NN/Kumalanews.id) Perbesar

Gedung DPRD Jakarta. (Foto: NN/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 59 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Rabu (7/5/2025) lalu di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Pelantikan ini mengacu pada sejumlah surat keputusan, di antaranya Surat Kepala BKN, Surat Ketua DPRD DKI Jakarta, Keputusan Menteri Dalam Negeri, dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 385 Tahun 2025. Proses seleksi melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dengan tujuan memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Namun, di balik pelantikan tersebut, muncul dugaan kecurangan yang melibatkan salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan berinisial IM dan Sekda DKI Jakarta berinisial MM. Keduanya disebut meloloskan sekitar 20 dari 59 pejabat yang dilantik pada periode lalu, diduga tanpa sepengetahuan gubernur.

Seorang ASN Pemprov DKI Jakarta berinisial SW mengklaim informasi ini diperoleh dari empat kader PDIP yang juga anggota DPRD DKI Jakarta. Menurut SW, IM diduga berkolaborasi dengan MM atas arahan kekasihnya berinisial DDY, bersama tangan kanannya HMT, untuk menempatkan pejabat eselon II yang dapat mengatur proyek-proyek tertentu.

SW juga menuding IM kerap memanggil kepala dinas, direktur utama BUMD, dan kontraktor ke ruang kerjanya untuk mengatur proyek. Operatornya, HMT, disebut sering mendampingi staf gubernur berinisial UDN dan WSN menemui Sekda MM. Bahkan, IM dituding mendapat dukungan dari salah satu pimpinan KPK periode sekarang untuk menekan pejabat Pemprov DKI.

“Pak Gubernur harus waspada agar pelantikan pejabat eselon III dan IV berikutnya tidak kembali dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata SW.

Hingga berita ini diturunkan, Pimpinan DPRD DKI Jakarta IM dan Sekda DKI Jakarta MM belum memberikan tanggapan resmi. (*)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PAN Samarinda Bidik Enam Kursi DPRD, Perkuat Struktur Partai hingga Tingkat Bawah

18 Agustus 2026 - 17:00 WITA

g50

PAN Samarinda Perkuat Mesin Partai, Bidik Tujuh Kursi DPRD

18 Agustus 2026 - 16:00 WITA

g49

HUT Ke-28 IJTI: Jurnalis Televisi Diminta Jaga Marwah Profesi di Tengah Badai Disrupsi

9 Agustus 2026 - 17:00 WITA

WhatsApp Image 2026 08 09 at 15.49.48

Musda Golkar Samarinda Buka Sinyal Pilkada, Novan Dorong Andi Satya Maju

8 Agustus 2026 - 20:30 WITA

f4

Andi Satya Pimpin Golkar Samarinda, Target Besar: Kembali Jadi Kekuatan Utama

8 Agustus 2026 - 19:30 WITA

f3

Helmi Abdullah Dorong Golkar Samarinda Solid, Perkuat Sinergi Lintas Partai

8 Agustus 2026 - 18:30 WITA

f2
Trending di BERITA DAERAH