Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

SENI BUDAYA · 18 Sep 2025 17:15 WITA ·

Menjamu Benua, Ritual Sakral Pembuka Erau 2025 di Tenggarong


 Prosesi ritual Menjamu Benua diikuti 7 Belian Bini, 7 Belian Laki, 7 Pangkon Bini, dan 7 Pangkon Laki, diiringi tabuhan gendang serta gamelan. Rombongan membawa sesajian berupa 41 jenis kue jajanan pasar, nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum, dan peduduk. (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Prosesi ritual Menjamu Benua diikuti 7 Belian Bini, 7 Belian Laki, 7 Pangkon Bini, dan 7 Pangkon Laki, diiringi tabuhan gendang serta gamelan. Rombongan membawa sesajian berupa 41 jenis kue jajanan pasar, nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum, dan peduduk. (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang pelaksanaan upacara adat Erau, pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar prosesi ritual sakral bernama Menjamu Benua. Ritual ini berlangsung di kawasan Kota Tenggarong, Kamis (18/9/2025) sore.

Ritual Menjamu Benua berfungsi sebagai sarana pemberitahuan kepada khalayak ramai bahwa Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah memutuskan untuk menyelenggarakan Erau sekaligus menetapkan waktu pelaksanaannya.

Prosesi ini juga menjadi bentuk doa bersama, memohon keselamatan serta kelancaran agar seluruh rangkaian Erau dapat berjalan tanpa gangguan.

Dalam ritual tersebut, rombongan membawa sesajian yang ditempatkan di tiga titik, yakni Buntut Benua, Tengah Benua, dan Kepala Benua. Para belian turut membawa pakaian Sultan sebagai simbol pengganti kehadiran beliau secara fisik sepanjang prosesi berlangsung.

Rombongan terdiri dari 7 Belian Bini, 7 Belian Laki, 7 Pangkon Bini, dan 7 Pangkon Laki, yang diiringi tabuhan gendang dan gamelan. Sesajian yang dibawa berupa 41 jenis kue jajanan pasar, nasi tambak, nasi ragi, telur, ayam panggang, air minum, dan peduduk.

Petugas belian, Sartin, menjelaskan bahwa prosesi ini merupakan tindak lanjut dari penyampaian undangan yang dilakukan sebelumnya. Menurutnya, jamuan ini dimaksudkan untuk menghormati tamu-tamu yang telah diberitahu, agar mereka merasa dihargai dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya acara.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini, rangkaian Erau tahun ini bisa berjalan lancar, sukses, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sartin juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memastikan adanya regenerasi pelaku ritual agar tradisi ini tetap lestari di masa depan.

“Kami mengimbau para pengunjung dan masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan selama Erau Adat Kutai berlangsung,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH