Menu ✖

Mode Gelap
Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

SENI BUDAYA · 29 Sep 2025 11:15 WITA ·

Ritual Sakral Hingga Belimbur Warnai Penutup Erau Adat Kutai 2025


 Ribuan warga Kutai Kartanegara turut memeriahkan ritual belimbur sebagai penutup rangkaian Erau Adat Kutai 2025. Perbesar

Ribuan warga Kutai Kartanegara turut memeriahkan ritual belimbur sebagai penutup rangkaian Erau Adat Kutai 2025.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Beriringan dengan keberangkatan rombongan utusan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang mengantarkan Naga Laki dan Naga Bini ke Kutai Lama, digelar pula serangkaian ritual sakral di depan Keraton Kesultanan Kutai, Minggu (28/9/2025).

Rangkaian ritual tersebut diawali dengan beumban, dilanjutkan begorok, rangga titi, dan ditutup dengan prosesi belimbur. Tradisi belimbur tidak hanya menjadi ritual terakhir, tetapi juga puncak dari seluruh rangkaian Erau Adat Kutai.

Dalam prosesi belimbur, masyarakat Kutai larut dalam keceriaan dengan saling menyiramkan air. Setiap sudut jalan di Tenggarong pada sore itu basah oleh siraman air dari berbagai kalangan masyarakat.

Belimbur dimaknai sebagai tradisi penyucian diri, melunturkan sifat buruk, dan menghapus unsur kejahatan. Air yang menjadi sumber kehidupan dipercaya membawa keberkahan serta pembersihan lahir dan batin. Prosesi ini dimulai setelah upacara rangga titi, ditandai dengan dipercikkannya air tuli oleh Sultan kepada para hadirin, sebelum akhirnya masyarakat saling menyiram air satu sama lain.

Ritual ini terbuka untuk umum, kecuali bagi orang tua yang membawa anak kecil serta para lansia. Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi festival rakyat yang penuh suka cita. Selain bernilai filosofis, belimbur juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Kini, belimbur tidak lagi sebatas menyiram air dengan tangan. Sebagian masyarakat menggunakan kantong plastik berisi air, bahkan ada yang memanfaatkan pompa pemadam kebakaran. Bagi remaja, belimbur telah menjelma menjadi ajang “perang air” yang hanya bisa mereka nikmati sekali dalam setahun.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH