Menu

Mode Gelap
Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN Satukan Ribuan Jamaah, Hidupkan Ruang Ibadah di Nusantara Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

SENI BUDAYA · 6 Okt 2025 09:15 WITA ·

Pelajar Kukar Diajak Cintai Budaya Lewat Ajang Ekspresi Tradisional 2025


 Pelajar Kutai Kartanegara tampil dalam Ekspresi Budaya Tradisional 2025 di Taman Titik Nol, Tenggarong. (Indirwan/Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Pelajar Kutai Kartanegara tampil dalam Ekspresi Budaya Tradisional 2025 di Taman Titik Nol, Tenggarong. (Indirwan/Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menumbuhkan karakter pelajar melalui seni budaya. Salah satunya melalui kegiatan Ekspresi Budaya Tradisional Kukar 2025 yang digelar di Taman Titik Nol Tenggarong, Sabtu (4/10/2025) malam.

Ajang ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media pembelajaran. Para pelajar dilibatkan secara aktif untuk mengenal dan mengekspresikan nilai-nilai kearifan lokal lewat karya seni tradisional.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan kegiatan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya Kutai.

“Sejak dini anak-anak harus mengenal dan memahami budaya sendiri. Bukan sekadar menonton, tapi ikut ambil bagian dalam pertunjukan seni tradisional,” ujarnya.

Menurut Puji, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap malam Minggu ini juga menjadi upaya regenerasi pelaku seni. Banyak seniman tradisi yang sudah lanjut usia, sehingga perlu dipersiapkan penerusnya dari kalangan generasi muda.

Ragam penampilan tersaji, mulai dari seni tarsul, tari daerah, hingga bedandeng. Semua penampil merupakan pelajar yang sebelumnya diseleksi melalui pendaftaran resmi.

Agar tidak mengganggu waktu belajar, pertunjukan dijadwalkan malam hari. Disdikbud Kukar juga sengaja memilih ruang publik agar masyarakat luas bisa turut mengapresiasi seni tradisional.

“Kami ingin kegiatan ini benar-benar menjadi milik bersama. Bukan hanya sekadar tontonan, tapi juga sarana pembelajaran dan kebanggaan,” tambah Puji.

Disdikbud menilai, pendidikan berbasis seni budaya sangat penting di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui kegiatan ini, pelajar diajak untuk mencintai budaya daerah, sehingga tumbuh rasa tanggung jawab untuk melestarikannya.

“Kalau sejak kecil mereka sudah terbiasa dekat dengan budaya sendiri, kelak mereka akan menjadi generasi yang menjaga dan merawatnya,” pungkasnya.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Malam Pelipur Lara, Saat Musik Tradisi Borneo Berbicara Ke Hati

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 82

Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026

22 Januari 2026 - 16:00 WITA

b22332e6 1bfb 4a1d a44e 583a8c58ba15

Nada Tradisi yang Dicatat Negara: Perjalanan Achmad Fauzi Menghidupkan Keroncong Tingkilan Kutai

19 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage

Petala Borneo Menabuh Identitas Kutai: Dari Tanah Tradisi Menuju Panggung Musik Digital

3 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Brown Simple Fashion Collection Photo Collage Banner

Petala Borneo Tutup Malam Apresiasi OIKN dengan Penampilan Memukau dan Ajak Penonton Menari Jepen

9 Desember 2025 - 19:00 WITA

lip028i

Rayakan Ragam Kesenian Nusantara:Otorita IKN Gelar Malam Apresiasi Insan Budaya, Pariwisata, dan Ekraf

7 Desember 2025 - 13:15 WITA

WhatsApp Image 2025 12 07 at 11.44.16
Trending di IKN NUSANTARA