Menu

Mode Gelap
Ikuti Ladies Program APEKSI di Medan, Nurlena Rahmad Mas’ud Bawa Inspirasi Pemberdayaan Perempuan untuk Balikpapan Hadiri Rakernas APEKSI di Medan, Rahmad Mas’ud Perkuat Kolaborasi Antarkota untuk Percepat Pembangunan Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80 Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi

SENI BUDAYA · 6 Okt 2025 09:15 WITA ·

Pelajar Kukar Diajak Cintai Budaya Lewat Ajang Ekspresi Tradisional 2025


 Pelajar Kutai Kartanegara tampil dalam Ekspresi Budaya Tradisional 2025 di Taman Titik Nol, Tenggarong. (Indirwan/Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Pelajar Kutai Kartanegara tampil dalam Ekspresi Budaya Tradisional 2025 di Taman Titik Nol, Tenggarong. (Indirwan/Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menumbuhkan karakter pelajar melalui seni budaya. Salah satunya melalui kegiatan Ekspresi Budaya Tradisional Kukar 2025 yang digelar di Taman Titik Nol Tenggarong, Sabtu (4/10/2025) malam.

Ajang ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media pembelajaran. Para pelajar dilibatkan secara aktif untuk mengenal dan mengekspresikan nilai-nilai kearifan lokal lewat karya seni tradisional.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan kegiatan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya Kutai.

“Sejak dini anak-anak harus mengenal dan memahami budaya sendiri. Bukan sekadar menonton, tapi ikut ambil bagian dalam pertunjukan seni tradisional,” ujarnya.

Menurut Puji, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap malam Minggu ini juga menjadi upaya regenerasi pelaku seni. Banyak seniman tradisi yang sudah lanjut usia, sehingga perlu dipersiapkan penerusnya dari kalangan generasi muda.

Ragam penampilan tersaji, mulai dari seni tarsul, tari daerah, hingga bedandeng. Semua penampil merupakan pelajar yang sebelumnya diseleksi melalui pendaftaran resmi.

Agar tidak mengganggu waktu belajar, pertunjukan dijadwalkan malam hari. Disdikbud Kukar juga sengaja memilih ruang publik agar masyarakat luas bisa turut mengapresiasi seni tradisional.

“Kami ingin kegiatan ini benar-benar menjadi milik bersama. Bukan hanya sekadar tontonan, tapi juga sarana pembelajaran dan kebanggaan,” tambah Puji.

Disdikbud menilai, pendidikan berbasis seni budaya sangat penting di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui kegiatan ini, pelajar diajak untuk mencintai budaya daerah, sehingga tumbuh rasa tanggung jawab untuk melestarikannya.

“Kalau sejak kecil mereka sudah terbiasa dekat dengan budaya sendiri, kelak mereka akan menjadi generasi yang menjaga dan merawatnya,” pungkasnya.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126

Festival Budaya Dayak Kenyah Ditutup Meriah, Ketua Adat Pampang Bangga Antusiasme Masyarakat

29 Juni 2026 - 08:00 WITA

a125

Tari Kembar 4 Meriahkan Festival Budaya Pampang, Simbol Harmoni Dayak dan Jawa di Samarinda

25 Juni 2026 - 19:00 WITA

a99

Festival Budaya Dayak Kenyah Jadi Sarana Pelestarian Tradisi dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Pampang

25 Juni 2026 - 16:00 WITA

a96

HUT ke-53 Desa Budaya Pampang, Andi Harun Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya dan Kelestarian Alam

25 Juni 2026 - 13:00 WITA

a93
Trending di BERITA DAERAH