Menu

Mode Gelap
Anhar Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Etika Politik, Soroti Pemerataan MBG di Samarinda DPRD Samarinda Soroti Kinerja BPKAD, Iswandi: Anggaran Besar Harus Sejalan dengan Hasil Nyata Presiden Sahkan Desain Kawasan Legislatif IKN, MPR Apresiasi Konsep Megah dan Berwibawa IKN Cetak Talenta Digital Sejak Dini, Guru Dilatih Robotika untuk Siapkan Generasi Masa Depan Mahasiswa Pingsan di Tengah Aksi Ricuh di DPRD Samarinda, Polisi Pastikan Penanganan Cepat

SENI BUDAYA · 29 Sep 2025 09:15 WITA ·

Malam Ketujuh Erau Adat Kutai, Ritual Menyisik Lembuswana dan Seluang Mudik Betebak Beras Warnai Prosesi Sakral


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, melaksanakan ritual menyisik Lembuswana, didampingi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, kerabat Kesultanan, serta tamu undangan lainnya. Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, melaksanakan ritual menyisik Lembuswana, didampingi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, kerabat Kesultanan, serta tamu undangan lainnya.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suasana malam ketujuh Erau Adat Kutai Kartanegara Ing Martadipura berlangsung lebih semarak dibanding malam-malam sebelumnya. Pada Sabtu (27/9/2025) malam itu, selain ritual Bepelas, juga digelar dua prosesi sakral yang hanya diselenggarakan pada momen ini, yaitu Menyisik Lembuswana dan Seluang Mudik Betebak Beras. Keduanya menjadi penanda bahwa rangkaian Erau segera berakhir.

Prosesi diawali dengan ritual Menyisik Lembuswana. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama para kerabat bangkit dari posisi bersila untuk menghampiri Tambak Karang Lembuswana. Satu per satu mereka meletakkan mata uang kertas maupun logam pada bagian tubuh Lembuswana, mulai dari kepala yang bermahkota, belalai, kaki, ekor, sayap, hingga sisik, seraya mengutarakan niat dan doa sesuai makna simbolis yang terkandung dalam sosok mitologis tersebut.

Usai menyisik Lembuswana, rangkaian prosesi di dalam Keraton dilanjutkan dengan Tari Sakral Ganjur serta upacara ritual lainnya. Selanjutnya, Sultan Aji Muhammad Arifin menghadap ke Tiang Ayu sambil memegang tali Juwitan dan kain Cinde untuk melaksanakan ritual Bepelas ketujuh yang diiringi dentuman meriam.

Setelah Bepelas usai, perhatian beralih pada prosesi Seluang Mudik Betebak Beras, sebuah ritual meriah penuh canda tawa. Dalam prosesi ini, para hadirin saling melempar beras sebagai simbol rasa syukur atas kemakmuran pangan yang dilimpahkan Sang Pencipta. Bagi masyarakat Kutai, beras bukan sekadar makanan pokok, melainkan lambang kemakmuran sekaligus doa agar hasil panen semakin meningkat di masa depan.

Ritual ini dibuka dengan pertunjukan Tari Kanjur (Kanjar) oleh para kerabat Kesultanan. Tarian yang ditampilkan dalam barisan berlapis-lapis ini melambangkan kehidupan ikan seluang di Sungai Mahakam. Terdapat dua bentuk tari kanjur, yakni kanjur laki yang dibawakan oleh barisan pria, dan kanjur bini oleh barisan wanita, keduanya ditampilkan secara bergantian.

Usai tarian, seorang pawang atau sesepuh memimpin ritual besawai lalu menaburkan beras sri weja kuning kepada para hadirin. Penaburan ini menjadi tanda dimulainya behambur beras atau saling melempar beras di antara semua yang hadir. Pihak Keraton bahkan telah menyiapkan wadah-wadah beras di setiap sudut ruang Stinggil (Siti Hinggil) agar seluruh tamu dapat ikut serta.

Dalam prosesi ini, tak seorang pun luput baik Sultan, para sesepuh Kesultanan, Bupati Kutai Kartanegara, hingga tamu kehormatan lainnya ikut terlibat dan hanyut dalam suasana penuh sukacita. Ritual berakhir seiring meredupnya alunan gamelan pengiring tari kanjur hingga akhirnya berhenti sama sekali.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Simfoni Swara Nusantara Hidupkan KIPP IKN, Harmoni Musik dan Budaya Tarik Antusias Pengunjung

29 Maret 2026 - 10:00 WITA

musik001

Reog Ponorogo Hidupkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias Nikmati Ruang Publik Baru di IKN

29 Maret 2026 - 09:00 WITA

reog1

Malam Pelipur Lara, Saat Musik Tradisi Borneo Berbicara Ke Hati

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 82

Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026

22 Januari 2026 - 16:00 WITA

b22332e6 1bfb 4a1d a44e 583a8c58ba15

Nada Tradisi yang Dicatat Negara: Perjalanan Achmad Fauzi Menghidupkan Keroncong Tingkilan Kutai

19 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage

Petala Borneo Menabuh Identitas Kutai: Dari Tanah Tradisi Menuju Panggung Musik Digital

3 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Brown Simple Fashion Collection Photo Collage Banner
Trending di BERITA DAERAH