Menu

Mode Gelap
Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN Satukan Ribuan Jamaah, Hidupkan Ruang Ibadah di Nusantara Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

SENI BUDAYA · 29 Sep 2025 10:15 WITA ·

Hari Ketujuh Erau, Ritual Mengulur Naga Jadi Puncak Kemeriahan


 Prosesi Ngulur Naga, yakni Naga Laki dan Naga Bini, diarak oleh rombongan utusan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menuju Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kukar. Perbesar

Prosesi Ngulur Naga, yakni Naga Laki dan Naga Bini, diarak oleh rombongan utusan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menuju Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kukar.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Hari ketujuh Festival Erau Adat Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjadi puncak dari seluruh rangkaian prosesi adat. Sejak pagi hingga siang hari, berbagai ritual digelar, salah satunya yang paling sakral adalah Mengulur Naga. Pada prosesi ini, sepasang replika naga diarak menggunakan perahu dari Keraton Kutai menuju Kutai Lama, tempat asal muasal legenda sang naga, Minggu (28/9/2025).

Upacara mengulur naga erat kaitannya dengan legenda Putri Karang Melenu, permaisuri Raja pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti. Keduanya dipercaya bukan berasal dari manusia biasa, melainkan muncul melalui peristiwa gaib yang hingga kini diwariskan dalam legenda masyarakat Kutai. Dikisahkan, Aji Batara Agung Dewa Sakti ditemukan sebagai bayi di atas Batu Raga Mas dengan tangan kanan menggenggam telur ayam dan tangan kiri memegang keris emas. Sementara itu, Putri Karang Melenu diyakini muncul dari pusaran Sungai Mahakam, terbaring di atas gong yang dijunjung seekor naga.

Replika naga dalam upacara ini melambangkan naga legendaris pengiring Putri Karang Melenu. Panjangnya mencapai sekitar 31,5 meter, dengan kepala dan ekor terbuat dari kayu, badan dari rangka rotan dan bambu yang dibalut kain kuning, serta sisik yang dihias kain perca warna-warni. Kedua naga, Naga Laki dan Naga Bini, dibuat sebelum Festival Erau berlangsung, lalu disemayamkan di kedua sayap Keraton Kutai (Museum Mulawarman).

Dalam prosesi, kedua naga diarak menggunakan kapal dari Keraton menuju Kutai Lama. Sepanjang perjalanan, kapal singgah di sejumlah titik untuk memberi kesempatan dewa (wanita pengabdi ritual) dan belian (pria pengabdi ritual) melaksanakan komunikasi spiritual dengan dunia gaib. Setibanya di Jaitan Layar, Kutai Lama, kapal berputar tujuh kali sebelum merapat ke tepian.

Ritual kemudian dilanjutkan dengan pemisahan bagian kepala dan ekor naga dari tubuhnya. Kepala dan ekor dibawa kembali ke Keraton sebagai pusaka untuk Festival Erau di tahun-tahun berikutnya, sementara badan naga diturunkan ke Sungai Mahakam. Masyarakat pun berlomba mengambil bagian sisik naga, yang diyakini memiliki kekuatan membawa keberkahan serta mewujudkan harapan bagi pemiliknya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Malam Pelipur Lara, Saat Musik Tradisi Borneo Berbicara Ke Hati

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 82

Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026

22 Januari 2026 - 16:00 WITA

b22332e6 1bfb 4a1d a44e 583a8c58ba15

Nada Tradisi yang Dicatat Negara: Perjalanan Achmad Fauzi Menghidupkan Keroncong Tingkilan Kutai

19 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage

Petala Borneo Menabuh Identitas Kutai: Dari Tanah Tradisi Menuju Panggung Musik Digital

3 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Brown Simple Fashion Collection Photo Collage Banner

Petala Borneo Tutup Malam Apresiasi OIKN dengan Penampilan Memukau dan Ajak Penonton Menari Jepen

9 Desember 2025 - 19:00 WITA

lip028i

Rayakan Ragam Kesenian Nusantara:Otorita IKN Gelar Malam Apresiasi Insan Budaya, Pariwisata, dan Ekraf

7 Desember 2025 - 13:15 WITA

WhatsApp Image 2025 12 07 at 11.44.16
Trending di IKN NUSANTARA