KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah lokal, khususnya yang berasal dari Kecamatan Muara Muntai. Langkah ini menjadi bagian dari program pembinaan dan pelestarian budaya daerah agar tidak hilang ditelan zaman.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen mengembangkan kembali potensi sejarah yang ada di wilayah Muara Muntai, terutama di kawasan Srimuntai, yang dikenal memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat setempat.
“Kami dari Disdikbud Kukar sebagai pembina dan pelestari, salah satu fokusnya adalah sejarah Srimuntai. Ini harus kita kembangkan lagi dan kita bangkitkan supaya generasi sekarang tahu akan sejarah Muara Muntai,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Puji menuturkan, pelestarian sejarah tidak hanya sebatas mengenang masa lalu, tetapi juga menggali kembali nilai adat, tradisi, dan kisah leluhur yang menjadi identitas masyarakat. Ia menilai, penting bagi generasi muda untuk memahami akar sejarah daerahnya agar tumbuh rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah kelahiran.
“Kalau bicara sejarah, kita harus pelajari bagaimana adatnya, bagaimana ceritanya. Semua itu harus digali lagi potensinya dan disusun secara baik agar bisa menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat,” jelasnya.
Dalam upaya pelestarian tersebut, Disdikbud Kukar juga berencana melibatkan berbagai stakeholder dan tokoh masyarakat yang memahami sejarah Muara Muntai secara mendalam. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan data dan cerita sejarah yang valid serta dapat diterima oleh masyarakat luas.
“Kami tidak ingin asal bercerita, karena sejarah itu harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, kami akan melibatkan pihak-pihak yang memang mengenal betul sejarah Muara Muntai,” tambahnya.
Puji menjelaskan, kegiatan pembinaan dan pelestarian sejarah ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab Kukar menjaga warisan budaya daerah. Ia menekankan bahwa pelestarian sejarah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama antara masyarakat, lembaga adat, dan dunia pendidikan.
“Kita ingin agar sejarah ini tidak hanya diketahui oleh orang tua, tapi juga oleh anak-anak muda. Mereka harus tertarik, harus tahu, dan ikut menjaga agar warisan leluhur tetap lestari,” tuturnya.
Menurutnya, dengan memahami sejarah lokal, generasi muda akan lebih menghargai nilai budaya, memiliki identitas yang kuat, serta mampu menjadi penerus pelestari kebudayaan di masa depan.
“Harapan kami, generasi muda bisa tumbuh dengan kebanggaan terhadap sejarah dan budayanya sendiri. Itulah tujuan utama dari pelestarian ini,” pungkas Puji Utomo.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















