Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 6 Nov 2025 21:15 WITA ·

Komisi I DPRD Samarinda Tinjau Sengketa Batas Lahan TNI dan Warga di Jalan APT Pranoto


 Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda meninjau lokasi sengketa batas lahan antara warga dan pihak TNI di kawasan Jalan APT Pranoto, Kopri 1. Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi pembangunan pagar yang menjadi sumber permasalahan. Perbesar

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda meninjau lokasi sengketa batas lahan antara warga dan pihak TNI di kawasan Jalan APT Pranoto, Kopri 1. Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi pembangunan pagar yang menjadi sumber permasalahan.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Komisi I DPRD Kota Samarinda turun langsung ke lapangan menindaklanjuti aduan masyarakat terkait sengketa batas lahan antara warga atas nama Luther Kapuangan dengan pihak TNI di kawasan Jalan APT Pranoto, Kopri 1, Samarinda.

Kunjungan tersebut dipimpin Koordinator Komisi I Ahmad Vananzha, didampingi Ketua Komisi I Samri Shaputra serta anggota Komisi I, Aris Mulyanata dan Sinar Alam.

Persoalan berawal dari proyek pembangunan pagar oleh pihak TNI di sekitar Rumah Sakit Tentara yang diduga menutup saluran drainase milik warga. Warga mengklaim pembangunan pagar tersebut menutup jalur pembuangan air yang selama ini digunakan, sedangkan pihak TNI menilai sebagian lahannya telah dimanfaatkan oleh warga.

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menjelaskan bahwa persoalan batas tanah ini masih belum menemukan titik terang.

“Lahan masyarakat ini berbatasan langsung dengan lahan milik TNI. Pembangunan pagar yang dibiayai APBD itu dianggap menutup drainase warga, sementara pihak TNI menyebut ada sebagian tanah mereka, sekitar 30 sentimeter, yang dimanfaatkan warga,” ungkap Samri.

dprd smd 26b

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra (kiri), bersama anggota Komisi I berdialog dengan perwakilan TNI dan warga terkait batas lahan di Jalan APT Pranoto. Pertemuan ini bertujuan mencari solusi terbaik sebelum dilakukan pengukuran resmi oleh BPN.

Untuk mencari solusi yang adil, Komisi I akan mengundang Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar melakukan pengukuran ulang dan penentuan titik koordinat resmi berdasarkan sertifikat masing-masing pihak.

“Kami akan minta BPN turun langsung memastikan batas lahan. Setelah hasil pengukuran keluar, siapa pun yang lahannya melanggar batas harus bersedia membongkar bangunannya,” tegasnya.

Samri menambahkan, baik warga maupun pihak TNI telah membangun pagar masing-masing, sehingga batas lahan menjadi tidak jelas. Akibatnya, saluran air yang sebelumnya digunakan untuk aliran pencucian kendaraan kini tertutup oleh pagar.

“Kalau hasil pengukuran nanti menunjukkan lahan TNI masuk ke area warga, maka pihak TNI harus membongkar pagarnya. Sebaliknya, jika ternyata lahan warga masuk ke lahan TNI, maka warga juga wajib membongkar. Prinsipnya, kita kembalikan sesuai hasil pengukuran resmi BPN,” pungkasnya.

Catatan redaksi: Komisi I DPRD Samarinda menegaskan komitmennya menjadi mediator dalam sengketa lahan antara masyarakat dan institusi negara agar penyelesaiannya berjalan adil tanpa menimbulkan konflik baru di lapangan.

 

Pewarta : Yana
Editor  : Awang
@2025
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH