KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan pengawasan di sekolah-sekolah, khususnya jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), terus diperkuat guna mencegah terjadinya tindakan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan.
Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kasus bullying serius yang terjadi di sekolah-sekolah SMP di Kukar. Kalaupun ada laporan, permasalahan tersebut dapat diselesaikan langsung di tingkat sekolah melalui pembinaan internal.
“Kalau bullying sementara ini tidak ada. Kalaupun ada, biasanya sudah terselesaikan di internal sekolah,” ujar Emi saat ditemui, Sabtu (8/11/2025).
“Pihak sekolah mampu menangani dengan baik sebelum masalah itu membesar,” sambung Emi.
Menurutnya, Disdikbud Kukar terus memberikan dorongan dan pengawasan kepada seluruh sekolah agar lebih proaktif dalam membina karakter siswa. Upaya ini menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran siswa terhadap dampak negatif dari perilaku perundungan.
“Kami terus mengimbau pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap semua siswa. Pembinaan karakter juga terus digaungkan supaya anak-anak sadar bahwa tindakan bully itu tidak baik,” jelasnya.
Emi menambahkan, Disdikbud Kukar mendorong setiap sekolah memiliki program pembinaan karakter dan konseling aktif, termasuk kegiatan yang melibatkan guru BK, wali kelas, dan orang tua siswa. Pendekatan ini dianggap efektif untuk mendeteksi dan mencegah potensi tindakan tidak menyenangkan antar siswa sejak dini.
Selain itu, pihaknya juga berencana memperkuat kerjasama lintas sektor, termasuk dengan kepolisian dan lembaga perlindungan anak, untuk memastikan penanganan kasus perundungan dapat dilakukan secara cepat dan tepat bila ditemukan di kemudian hari.
“Kami ingin memastikan sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Tidak boleh ada anak yang takut datang ke sekolah karena perilaku teman-temannya,” tegas Emi
Melalui upaya berkelanjutan ini, Disdikbud Kukar berharap seluruh satuan pendidikan di daerah tersebut dapat menjadi zona bebas bullying, sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter positif bagi generasi muda Kutai Kartanegara.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi juga tempat membentuk pribadi yang berempati dan beretika. Itu yang sedang kami kuatkan,” tutup Emi.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















