Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 18 Nov 2025 15:45 WITA ·

Bahasa dan Budaya Kutai Diperkuat Melalui Kurikulum Lokal di Sekolah


 Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Pujianto, memberikan keterangan mengenai pentingnya pelestarian bahasa dan budaya daerah. (Dok. Indirwan) Perbesar

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Pujianto, memberikan keterangan mengenai pentingnya pelestarian bahasa dan budaya daerah. (Dok. Indirwan)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara menegaskan pentingnya pelestarian bahasa dan budaya daerah melalui penguatan kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah. Upaya ini dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga identitas masyarakat Kutai di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan bahwa muatan lokal bukan hanya pelajaran tambahan, melainkan ruang edukasi yang mampu memperkuat kedekatan siswa dengan akar budaya mereka. Ia menilai sekolah menjadi tempat paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal secara sistematis dan berkelanjutan.

Menurut Pujianto, banyak unsur budaya yang sebenarnya dekat dengan kehidupan masyarakat, namun mulai jarang diajarkan kepada generasi muda. Ia mencontohkan bahwa jenis makanan tradisional, cerita rakyat, hingga kebiasaan masyarakat zaman dahulu dapat dijadikan materi pembelajaran yang menarik dan relevan bagi siswa.

Ia menyoroti contoh sederhana seperti nasi betepon, makanan khas yang dibuat dengan cara berbeda-beda oleh masyarakat.

“Ada yang pakai kayu, ada yang pakai kompor. Hal-hal seperti itu bukan sekadar teknik memasak, tetapi menggambarkan kehidupan dan identitas budaya kita,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Tidak hanya soal kuliner, Pujianto menekankan pentingnya pengenalan terhadap bahasa dan kebiasaan lokal. Menurutnya, bahasa daerah memuat cara pandang masyarakat, sehingga ketika bahasa dipelajari, nilai budaya di dalamnya ikut terjaga. Hal ini, katanya, menjadi alasan kuat mengapa muatan lokal harus terus diperkuat.

Ia menambahkan bahwa pemahaman guru terhadap konteks budaya sangat menentukan kualitas penyampaian materi. Ketika guru memahami tujuan pembelajaran hingga tugas-tugas yang disusun, proses pengajaran akan lebih runtut dan mudah dipahami siswa.

“Saat praktik langsung dan contoh nyata dipakai, siswa jauh lebih cepat menangkap esensinya,” jelasnya.

Pujianto juga mengungkapkan pentingnya kemampuan guru dalam merancang perangkat ajar yang sesuai dengan karakter budaya daerah. Mulai dari program, modul, hingga silabus, semuanya harus terstruktur agar lebih mudah diterapkan di kelas dan tidak membingungkan tenaga pendidik.

Ia menyatakan bahwa setelah guru memahami penyusunan perangkat ajar dengan baik, mereka bisa mengimbaskan pengetahuan tersebut kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing.

Menurutnya, proses berbagi ini menjadi kunci agar pendidikan berbasis budaya daerah dapat berjalan seragam dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Pujianto berharap wawasan guru terkait budaya lokal terus bertambah, sehingga implementasi muatan lokal tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar hidup dalam pembelajaran. Ia menegaskan bahwa keberadaan budaya lokal harus dijaga dari kemungkinan tersingkir oleh materi pembelajaran lain.

“Budaya daerah harus tetap hadir, tetap hidup, dan terus diwariskan. Jangan sampai hilang atau kalah oleh arus zaman,” tegasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH