KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperkuat karakter dan identitas budaya daerah kini diwujudkan melalui pengembangan kurikulum muatan lokal (mulok) baru di satuan pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar tengah merumuskan materi pembelajaran yang lebih kontekstual agar siswa dapat mengenal budaya lokal secara lebih dekat dan aplikatif.
Langkah ini dianggap penting mengingat perkembangan zaman yang kian cepat berpotensi menggeser pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai lokal. Disdikbud Kukar menilai, pendidikan formal harus menjadi salah satu benteng pelestarian budaya melalui penyusunan materi mulok yang relevan dan mudah dipahami siswa.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa kurikulum mulok baru ini akan mencakup ragam konten, mulai dari sejarah daerah, kesenian tradisi, cerita rakyat, hingga praktik budaya di masing-masing kecamatan.
“Kami ingin anak-anak di Kukar belajar budaya bukan hanya dari buku lama, tapi dari pengalaman nyata dan materi yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujarnya pada Kamis (20/11/2025).
Menurut Puji, penyusunan materi dilakukan secara kolaboratif bersama guru, tokoh adat, budayawan, dan komunitas seni. Hal ini bertujuan agar konten mulok tidak hanya akurat, tetapi juga sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.
“Guru tidak boleh bekerja sendirian. Pengetahuan budaya itu hidup di masyarakat, sehingga penyusunan kurikulum harus melibatkan banyak pihak agar hasilnya kaya dan autentik,” jelasnya.
Kurikulum yang tengah dirancang ini juga akan memuat aktivitas berbasis praktik, seperti mengenal alat musik tradisional, membuat kerajinan lokal, mempelajari motif pakaian adat, serta kunjungan budaya. Dengan pendekatan itu, siswa diharapkan dapat memahami budaya secara lebih mendalam, tidak hanya secara teoritis.
Puji menegaskan bahwa muatan lokal bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan fondasi pembentukan karakter generasi muda Kukar agar tetap mengenal jati dirinya.
“Pendidikan budaya bukan hanya mengenal masa lalu, tetapi membentuk sikap cinta daerah dan bangga dengan identitas sendiri,” tegasnya.
Selain itu, Disdikbud Kukar juga menyiapkan pelatihan bagi guru mulok untuk memastikan mereka mampu menyampaikan materi dengan metode yang menarik dan sesuai perkembangan peserta didik.
Ia berharap kurikulum mulok terbaru ini dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar budaya.
“Kami ingin anak-anak Kukar tumbuh sebagai generasi modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya lokal,” pungkasnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















