Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 20 Nov 2025 13:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Pengembangan Karakter Pelajar Berbasis Nilai Kearifan Lokal


 Penampilan seni tari tradisional siswa SMPN 1 Sebulu, Kutai Kartanegara, yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan penting bagi pembentukan karakter generasi muda. Perbesar

Penampilan seni tari tradisional siswa SMPN 1 Sebulu, Kutai Kartanegara, yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan penting bagi pembentukan karakter generasi muda.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengembangan karakter pelajar melalui penanaman nilai-nilai kearifan lokal sejak jenjang pendidikan dasar. Upaya ini dilakukan sebagai respon atas tantangan era digital yang semakin mempengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menilai bahwa pembangunan karakter tidak hanya bertumpu pada aturan sekolah, tetapi juga perlu dihubungkan dengan identitas budaya masyarakat setempat. Nilai-nilai adat, bahasa, dan tradisi dinilai mampu menjadi fondasi moral yang kuat bagi pelajar.

“Karakter pelajar itu dibentuk dari akar budaya. Nilai-nilai Kutai yang sopan, santun, dan beradab perlu ditanamkan agar generasi kita tumbuh dengan identitas yang jelas,” ujar Puji di Tenggarong, Kamis (20/11/2025).

Puji menjelaskan bahwa tantangan karakter di era modern tidak hanya berkaitan dengan etika digital, tetapi juga pada kecenderungan hilangnya rasa hormat dan tanggung jawab di kalangan pelajar. Menurutnya, kearifan lokal memiliki peran besar dalam membangun kembali kesadaran akan pentingnya sikap tersebut.

Ia menekankan bahwa penguatan karakter berbasis budaya lokal bukan berarti menutup diri dari perkembangan teknologi. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut dipandang sebagai pondasi agar pelajar lebih bijaksana dalam menghadapi derasnya arus informasi.

“Teknologi boleh maju, tapi karakter tidak boleh hilang. Pelajar yang kuat karakternya akan mampu memanfaatkan teknologi dengan lebih positif,” jelasnya.

Puji menambahkan bahwa banyak nilai kultur masyarakat Kutai yang relevan dengan tantangan masa kini, seperti gotong royong, kesederhanaan, kejujuran, dan penghormatan terhadap orang tua. Nilai-nilai ini dinilai efektif dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.

Menurutnya, pengembangan karakter berbasis budaya lokal juga dapat menciptakan kebanggaan pelajar terhadap daerahnya, sehingga mereka tidak mudah tergerus oleh pengaruh budaya luar yang kurang sesuai dengan norma sosial setempat.

“Jika pelajar bangga dengan akar budayanya, mereka akan tumbuh dengan jati diri yang kuat. Itu penting untuk menghadapi masa depan,” tegasnya.

Puji berharap penguatan karakter ini dapat menciptakan generasi muda Kukar yang memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Karakter yang baik, katanya, adalah modal utama bagi masa depan daerah.

“Anak-anak kita bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga calon pemimpin. Karakter yang kuat akan membawa daerah ini maju tanpa kehilangan nilai-nilainya,” tutupnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH