KUTAIPANRITA.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi sejarah lokal sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda. Penguatan literasi ini dipandang penting untuk menghadapi tantangan globalisasi yang menyebabkan banyak pelajar semakin jauh dari akar budaya dan sejarah daerahnya sendiri.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa pemahaman sejarah lokal bukan sekadar hafalan fakta, tetapi fondasi pembentukan identitas dan rasa bangga terhadap daerah. Menurutnya, generasi muda perlu memahami perjalanan panjang masyarakat Kutai sebagai modal membentuk cara pandang yang bijak dan berakar.
“Sejarah lokal adalah cermin jati diri. Ketika pelajar mengenal siapa leluhurnya, bagaimana daerah ini berkembang, dan apa nilai yang diwariskan, mereka tumbuh dengan karakter yang lebih kuat,” ujar Puji di Tenggarong, Kamis (20/11/2025).
Puji menilai bahwa rendahnya minat terhadap sejarah daerah sering terjadi karena materi pembelajaran yang kurang menarik atau tidak disajikan dalam konteks kekinian. Untuk itu, ia mendorong penyajian literasi sejarah yang lebih naratif, interaktif, dan dekat dengan kehidupan pelajar.
Menurutnya, banyak kisah heroik, tokoh inspiratif, hingga peristiwa penting di Kutai Kartanegara yang relevan untuk membangun nilai-nilai seperti keberanian, integritas, kerja keras, dan kepedulian sosial.
“Cerita perjalanan kerajaan, tradisi masyarakat, dan perubahan sosial di Kutai sebenarnya sangat kaya. Kalau disampaikan dengan cara yang tepat, pelajar bisa mendapatkan inspirasi besar dari sana,” jelasnya.
Puji menambahkan bahwa literasi sejarah lokal juga berperan sebagai tameng dari pengaruh nilai-nilai luar yang tidak sesuai dengan karakter masyarakat. Saat pelajar memahami akar budayanya, mereka cenderung lebih selektif dan kritis dalam menyerap informasi yang datang dari luar.
“Di tengah arus informasi yang cepat, anak-anak kita perlu pegangan. Sejarah lokal adalah kompas moral yang bisa menjaga mereka tetap berada pada nilai-nilai yang benar,” tegasnya.
Ia berharap penguatan literasi sejarah ini dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan budaya dan karakter yang kuat. Dengan begitu, mereka dapat berperan sebagai penjaga nilai sekaligus agen pembangunan daerah di masa depan.
“Harapan kami sederhana: generasi muda Kutai tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berkarakter, dan bangga dengan daerahnya,” tutup Puji.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















