KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dan HUT PGRI ke-80 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kukar, Senin (24/11/2025). Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya konsistensi kepemimpinan, peningkatan kualitas pendidikan, serta kesejahteraan guru sebagai faktor utama majunya daerah.
Aulia membuka sambutan dengan apresiasi mendalam kepada seluruh guru di Kukar. Ia mengenang sosok ayahnya yang merupakan seorang guru olahraga dan pengawas sekolah, sehingga menurutnya peran guru adalah pondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
“Kami sangat memahami pentingnya keberadaan guru. Tanpa guru tidak mungkin ada kemajuan,” ujarnya.
Bupati juga membagikan pengalaman mengikuti kursus kepemimpinan Lemhannas–Kemendagri yang sebagian kegiatannya digelar di Singapura. Dari negara tersebut, ia belajar bahwa keberhasilan pembangunan berawal dari perhatian pada pendidikan dan pemuliaan profesi guru.
“Kalau kamu ingin mencari orang paling hebat di Singapura, carilah guru. Mereka diberi penghargaan luar biasa,” ujar Aulia menirukan nasihat seorang penasihat pendiri negara Singapura.
Ia menegaskan bahwa meski APBD Kukar 2026 mengalami penurunan siginifikan, komitmennya terhadap kesejahteraan guru tidak akan dikurangi. Pemerintah, katanya, telah mengkaji ulang take home pay para guru, termasuk guru dengan penghasilan terendah yang masih berada di bawah satu juta rupiah.
“Ini PR besar yang harus kita selesaikan bersama. Jangan ragukan komitmen kami terhadap kesejahteraan guru,” tegasnya.
Aulia juga memaparkan sejumlah program strategis dunia pendidikan, seperti “Seribu Guru Sarjana” dan peningkatan kompetensi guru. Ia berjanji apabila kondisi keuangan daerah membaik, pemerintah akan membantu biaya hidup guru yang sedang menempuh studi lanjut.
Selain itu, mulai 2026 Kukar akan menerapkan pendekatan pembiayaan sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berbasis kebutuhan, sehingga tiap sekolah dapat mengatasi persoalan spesifik seperti perbaikan toilet, ruang kelas, hingga sarana pembelajaran lainnya.
Dalam aspek jenjang pendidikan SMA, Aulia menyoroti perlunya pemetaan minat siswa kelas XII untuk dipersiapkan kuliah atau bekerja. Ia mencontohkan pendekatan Singapura yang memetakan jalur pendidikan sejak dini.
“Kita tidak ingin lulusan SMA menambah angka pengangguran. Melalui program Kukar Siap Kerja, mereka akan diarahkan sesuai minat dan peluang lapangan kerja,” jelasnya.
Menutup sambutan, Bupati Kukar mengajak seluruh guru untuk menjaga konsistensi pembangunan pendidikan tanpa terjebak pada kepentingan pribadi.
“Jangan membangun legacy pribadi. Bangunlah fondasi yang kuat agar 20 tahun ke depan pendidikan Kukar jauh lebih maju,” tutupnya.
ADV Bagian Prokompim Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















