Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 26 Nov 2025 14:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Sekolah Perkuat Kemitraan dengan Orang Tua dalam Pendidikan Inklusif


 Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Pujianto, menjelaskan urgensi kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mewujudkan pendidikan inklusif. (Dok. Indirwan) Perbesar

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Pujianto, menjelaskan urgensi kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mewujudkan pendidikan inklusif. (Dok. Indirwan)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Pujianto, menegaskan pentingnya sekolah membangun kemitraan yang lebih kuat dengan orang tua dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Ia menyebut bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan inklusif saat ini justru berada pada komunikasi dan kesamaan persepsi antara sekolah dan keluarga.

Menurut Pujianto, sebagian orang tua masih sulit menerima kondisi anaknya sehingga terjadi kesalahpahaman ketika sekolah memberikan pendampingan khusus. Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru seringkali dianggap sebagai perlakuan berbeda, padahal bertujuan untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.

“Banyak orang tua yang merasa anaknya baik-baik saja. Ketika sekolah memberi perhatian lebih, sering disalahartikan sebagai bentuk pembedaan. Di sinilah pentingnya komunikasi dan sosialisasi yang berkelanjutan,” ujar Pujianto, Rabu (26/11/2025).

Ia menekankan bahwa pendidikan inklusif hanya dapat berhasil jika sekolah dan orang tua memiliki komitmen yang sama. Sinergi keduanya diperlukan agar strategi pendampingan siswa ABK berjalan selaras dan tidak menimbulkan konflik di lapangan.

Pujianto juga menyoroti beban kerja guru yang menangani siswa inklusi. Menurutnya, pendidik membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta ketulusan ekstra dalam menghadapi dinamika perilaku anak berkebutuhan khusus. Namun ia meyakini bahwa para guru di Kukar memiliki kemampuan dan dedikasi untuk menjalankan amanah tersebut.

“Menjadi guru inklusi bukan tugas yang ringan. Tapi itulah letak kemuliaannya. Saya percaya guru-guru kita mampu melaksanakannya dengan hati,” katanya.

Ia menambahkan bahwa guru perlu terus memperluas pengetahuan, baik melalui literatur maupun teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang kini menyediakan banyak referensi penanganan ABK. Namun ia mengingatkan bahwa teori tidak boleh berdiri sendiri tanpa dipadukan dengan pengalaman langsung di lapangan.

Lebih jauh, Pujianto meminta sekolah untuk tidak menolak kehadiran anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan bahwa setiap anak, tanpa pengecualian, memiliki hak pendidikan yang sama.

“Sekolah tidak boleh menolak. Kalau ada keterbatasan, solusinya adalah bekerja sama dengan orang tua dan berkoordinasi dengan dinas, bukan menghindar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan anak—baik ABK maupun non-ABK—memerlukan pendekatan yang sama-sama sabar dan penuh komitmen. Dalam kondisi apa pun, kata Pujianto, guru harus tetap mengedepankan ketulusan, doa, dan tanggung jawab moral dalam mendidik generasi penerus.

“Setiap anak punya tantangannya masing-masing. Dengan kesabaran, ketulusan, serta hubungan baik dengan orang tua, kita bisa menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan manusiawi,” pungkasnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH