Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 27 Nov 2025 15:15 WITA ·

Prasasti Yupa Diusulkan Masuk Memory of the World UNESCO, Disdikbud Kukar Tekankan Pentingnya Edukasi Sejarah


 Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan terkait komitmen Disdikbud Kukar yang terus mendorong pelestarian peninggalan sejarah, termasuk Prasasti Yupa di Muara Kaman, yang dikenal sebagai salah satu bukti tertua keberadaan kerajaan awal di Nusantara. Perbesar

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan terkait komitmen Disdikbud Kukar yang terus mendorong pelestarian peninggalan sejarah, termasuk Prasasti Yupa di Muara Kaman, yang dikenal sebagai salah satu bukti tertua keberadaan kerajaan awal di Nusantara.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus mendorong pelestarian peninggalan sejarah, termasuk Prasasti Yupa di Muara Kaman, yang dikenal sebagai salah satu bukti tertua keberadaan kerajaan awal di Nusantara. Melalui berbagai upaya, situs sejarah tersebut kini tengah dipersiapkan untuk diusulkan masuk ke dalam daftar Memory of the World (MoW) UNESCO.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan Unit Pengelola Arkeologi (UPA) diarahkan untuk memperkuat basis data sejarah Yupa secara ilmiah dan terdokumentasi. Upaya ini dilakukan agar prasasti tersebut memiliki peluang besar diakui secara internasional sebagai warisan dokumenter penting dunia.

Puji menyebutkan bahwa selama ini banyak versi cerita mengenai sejarah Yupa berkembang di masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah fokus pada pencatatan sejarah berdasarkan hasil temuan arkeologis yang telah diuji dan dibuktikan secara akademik. Hal ini penting agar narasi sejarah yang diwariskan kepada generasi muda tetap akurat dan memiliki dasar kuat.

“Kegiatan di YUPA itu Insya Allah akan menjadi bagian dari upaya memasukkan Prasasti Yupa ke Memory of the World UNESCO. Banyak versi cerita masyarakat, tapi biarlah sejarah dicatat berdasarkan hasil temuan yang sebenarnya,” jelas Puji, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan bahwa Prasasti Yupa merupakan penemuan monumental yang menandai awal mula perjalanan sejarah Indonesia. Oleh karena itu, menjadi penting bagi dunia pendidikan untuk menjadikan Yupa sebagai sumber belajar yang dapat memperkaya pengetahuan siswa mengenai identitas bangsanya.

Puji secara terbuka mengakui bahwa pemahamannya mengenai Yupa semakin mendalam setelah dirinya menjabat sebagai Kabid Kebudayaan. Pengalaman tersebut ia harapkan juga dirasakan oleh para pelajar melalui proses pembelajaran sejarah di sekolah.

“Saya berharap adik-adik pelajar mau mempelajari sejarah. Karena dengan sejarah, kita mengenal diri kita dan bangsa kita,” tegasnya.

Dengan dukungan berbagai pihak dan peningkatan dokumentasi ilmiah, pemerintah berharap usulan Prasasti Yupa ke UNESCO dapat berjalan lancar.

Jika berhasil, pengakuan tersebut akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kutai Kartanegara sekaligus memperkuat posisi Yupa sebagai salah satu fondasi sejarah Indonesia di mata dunia.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH